AS Berharap Bisa Vaksinasi 100 Juta Orang Awal Tahun Depan

Kamis, 03 Desember 2020 - 21:52 WIB
loading...
AS Berharap Bisa Vaksinasi...
Amerika Serikat (AS) berharap bisa melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 100 juta orang pada Februari tahun depan. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) berharap bisa melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 100 juta orang pada Februari tahun depan. Ini berarti sekitar 40 persen dari total warga AS.

Dorongan akan dimulai dalam beberapa minggu ke depan, ketika vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna-NIH mendapatkan persetujuan dari Administrasi Makanan dan Obat AS atau FDA.

"Antara pertengahan Desember dan akhir Februari, kami berpotensi mengimunisasi 100 juta orang," kata Moncef Slaoui, penasihat ilmiah program Operasi Warp Speed (OWS) Gedung Putih, seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis (3/12/2020).

"Ini akan mencakup populasi "berisiko" yang terdiri dari lansia, petugas kesehatan dan responden pertama. Akan ada sejumlah "cukup" vaksin untuk mengimunisasi tiga juta orang yang menghuni fasilitas perawatan jangka panjang pada Desember," sambungnya. ( Baca juga: Pemerintah Suntikkan Dana Rp300 Miliar untuk Pengembangan Vaksin Merah Putih )

Dosis yang ada pada produksi vaksin tahap pertama, jelasnya, akan cukup untuk menjangkau sebagian besar petugas kesehatan, jika negara bagian dan teritori lain setuju dengan rekomendasi federal untuk memprioritaskan populasi ini.

Dia mengatakan, saat produksi kedua vaksin meningkat, 20 juta dosisi akan tercapai pada Desember, 30 juta pada Januari dan 50 juta pada Februari, sehingga totalnya menjadi 100 juta.

AS Berharap Bisa Vaksinasi 100 Juta Orang Awal Tahun Depan


Angka ini, bagaimanapun, tidak termasuk vaksin lain oleh Johnson & Johnson dan AstraZeneca-Oxford yang berada dalam tahap akhir pengembangan. ( Baca juga: Bibit Vaksin Merah Putih dari 6 Lembaga Penelitian Diharapkan Selesai Tahun Depan )

Slaoui mengatakan keduanya dapat menghasilkan hasil antara akhir Desember dan pertengahan Januari, membuka jalan untuk penggunaan darurat pada Februari jika FDA memberi lampu hijau.

Mantan eksekutif perusahaan farmasi AS itu menambahkan bahwa vaksin AstraZeneca-Oxford mungkin dievaluasi hanya berdasarkan uji klinis besar di AS yang melibatkan 15 ribu orang dan bukan dengan data dari Inggris dan Brasil yang datanya telah dirusak oleh masalah dosis.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Pelajar Tewas Tersangkut...
Pelajar Tewas Tersangkut Kabel, DPRD Desak Pemprov DKI Jakarta Tata Ulang Pengelolaan Utilitas
Berita Terkini
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Infografis
Januari 2025, Tercatat...
Januari 2025, Tercatat 146,5 Juta Orang Indonesia Memakai Pinjol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved