Diancam China dengan 'Hukuman Abadi', Australia Dibela AS
Kamis, 03 Desember 2020 - 12:24 WIB
loading...
A
A
A
Seruannya itu menanggapi China yang memberlakukan tarif hingga 212 persen untuk anggur Australia pada hari Jumat, yang oleh Menteri Perdagangan Simon Birmingham digambarkan sebagai "pukulan yang menghancurkan" bagi industri anggur.
Auswan, label dengan wajah mantan Duta Besar untuk Beijing Geoff Raby, dipukul dengan tarif yang jauh lebih rendah. Raby telah menjadi kritikus blakblakan tentang penanganan Canberra atas hubungannya dengan Beijing.
Namun Beijing memperingatkan Senator Hanson telah memperkirakan pentingnya Australia bagi China dan mengancam "hukuman abadi" untuk setiap boikot pembalasan.
"Dia dan sejenisnya tidak berperilaku seperti macan kertas tetapi kucing kertas histeris," tulis Global Times dalam editorialnya.
“Australia lebih mengandalkan China dalam kerja sama 'win-win' mereka. Kami tidak ingin menghina Australia dan rakyatnya, tetapi kami benar-benar membenci politisi ekstrem seperti Hanson."
Sementara itu, Aliansi Antar-Parlemen di China, yang terdiri dari lebih dari 200 anggota parlemen dari berbagai partai politik dan 19 negara, telah meluncurkan kampanye yang mendesak orang-orang untuk membeli anggur Australia.
Auswan, label dengan wajah mantan Duta Besar untuk Beijing Geoff Raby, dipukul dengan tarif yang jauh lebih rendah. Raby telah menjadi kritikus blakblakan tentang penanganan Canberra atas hubungannya dengan Beijing.
Namun Beijing memperingatkan Senator Hanson telah memperkirakan pentingnya Australia bagi China dan mengancam "hukuman abadi" untuk setiap boikot pembalasan.
"Dia dan sejenisnya tidak berperilaku seperti macan kertas tetapi kucing kertas histeris," tulis Global Times dalam editorialnya.
“Australia lebih mengandalkan China dalam kerja sama 'win-win' mereka. Kami tidak ingin menghina Australia dan rakyatnya, tetapi kami benar-benar membenci politisi ekstrem seperti Hanson."
Sementara itu, Aliansi Antar-Parlemen di China, yang terdiri dari lebih dari 200 anggota parlemen dari berbagai partai politik dan 19 negara, telah meluncurkan kampanye yang mendesak orang-orang untuk membeli anggur Australia.
(min)
Lihat Juga :