Pusat Gabungan Turki dan Rusia di Karabakh Segera Beroperasi
Selasa, 01 Desember 2020 - 22:01 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu di Turki pada 2019. Foto/REUTERS
A
A
A
ANKARA - Diskusi tentang rincian teknis tentang pendirian Pusat Gabungan Turki - Rusia telah selesai dan kesepakatan telah ditandatangani.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Turki menyatakan pekerjaan telah dilakukan untuk membuat pusat gabungan itu segera beroperasi.
Pada 11 November, nota kesepahaman telah ditandatangani melalui konferensi video oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Turki Hulusi Akar dan Menhan Rusia Sergey Shoigu.
“Melalui pusat gabungan di Nagorno-Karabakh, delegasi militer Turki dan Rusia berencana memantau dan mengontrol pelaksanaan gencatan senjata antara Azerbaijan dan Armenia,” ungkap pernyataan Kemhan Turki. (Baca Juga: Takut Balasan Iran, Israel Peringatkan Diplomatnya di Penjuru Dunia)
Hubungan antara bekas republik Soviet Azerbaijan dan Armenia tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh yang juga dikenal sebagai Karabakh Atas. (Lihat Infografis: Terpeleset, Presiden Terpilih Joe Biden Alami Patah Tulang Kaki)
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Turki menyatakan pekerjaan telah dilakukan untuk membuat pusat gabungan itu segera beroperasi.
Pada 11 November, nota kesepahaman telah ditandatangani melalui konferensi video oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Turki Hulusi Akar dan Menhan Rusia Sergey Shoigu.
“Melalui pusat gabungan di Nagorno-Karabakh, delegasi militer Turki dan Rusia berencana memantau dan mengontrol pelaksanaan gencatan senjata antara Azerbaijan dan Armenia,” ungkap pernyataan Kemhan Turki. (Baca Juga: Takut Balasan Iran, Israel Peringatkan Diplomatnya di Penjuru Dunia)
Hubungan antara bekas republik Soviet Azerbaijan dan Armenia tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh yang juga dikenal sebagai Karabakh Atas. (Lihat Infografis: Terpeleset, Presiden Terpilih Joe Biden Alami Patah Tulang Kaki)
Lihat Juga :