Interpol Buru Agen CIA karena Tabrak Mati Remaja Inggris
Selasa, 12 Mei 2020 - 09:45 WIB
loading...
Anne Sacoolas, 42, agen CIA Amerika Serikat (kiri) dan Harry Dunn, 19, remaja Inggris yang ditabrak mati. Foto/Facebook/Fox News
A
A
A
LYON - Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol) mengeluarkan Red Notice (Pemberitahuan Merah) untuk menangkap warga negara Amerika Serikat (AS), Anne Sacoolas, terkait kematian seorang remaja Inggris.
Sacoolas, 42—agen Badan Intelijen Pusat (CIA) dan istri diplomat yang bertugas di stasiun pendengaran Angkatan Udara AS di RAF Croughton; Jonathon Sacoolas—telah didakwa di Inggris karena menyebabkan kematian Harry Dunn, 19.
Mata-mata perempuan itu mengemudikan Volvo XC90 secara berbahaya dan menabrak Dunn hingga tewas pada 27 Agustus lalu.
Meski mengakui sebagai pengemudi mobil yang menewaskan remaja tersebut, Anne Sacoolas mengklaim kekebalan diplomatik dan kembali ke AS pada 15 September yang memicu kemarahan masyarakat internasional.
Dia didakwa pada bulan Desember karena menyebabkan kematian Dunn dengan mengemudi secara berbahaya. Menteri Luar Negeri AS Michael Richard Pompeo menolak permintaan ekstradisi dari Home Office Inggris pada Januari 2020. Pompeo mengatakan permintaan ekstradisi itu sangat tidak pantas dan akan menjadi penyalahgunaan.
Sacoolas, 42—agen Badan Intelijen Pusat (CIA) dan istri diplomat yang bertugas di stasiun pendengaran Angkatan Udara AS di RAF Croughton; Jonathon Sacoolas—telah didakwa di Inggris karena menyebabkan kematian Harry Dunn, 19.
Mata-mata perempuan itu mengemudikan Volvo XC90 secara berbahaya dan menabrak Dunn hingga tewas pada 27 Agustus lalu.
Meski mengakui sebagai pengemudi mobil yang menewaskan remaja tersebut, Anne Sacoolas mengklaim kekebalan diplomatik dan kembali ke AS pada 15 September yang memicu kemarahan masyarakat internasional.
Dia didakwa pada bulan Desember karena menyebabkan kematian Dunn dengan mengemudi secara berbahaya. Menteri Luar Negeri AS Michael Richard Pompeo menolak permintaan ekstradisi dari Home Office Inggris pada Januari 2020. Pompeo mengatakan permintaan ekstradisi itu sangat tidak pantas dan akan menjadi penyalahgunaan.
Lihat Juga :