Perusahaan Farmasi Siap Produksi Satu Miliar Vaksin Covid-19 Tahun Depan

Selasa, 12 Mei 2020 - 07:02 WIB
loading...
A A A
Bharat Biotech juga mengembangkan proyek CSIR-NMITLI, pengembangan antibodi untuk menetralisasi virus korona. Mereka berencana memproduksi antibodi dalam kurun waktu enam bulan mendatang. “Kita akan melakukan apa pun untuk menyukseskan program ini,” kata Direktur Operasional Bharat Biotech Krishna Ella. Dia mengaku bangga bisa bekerja sama dengan ICMR untuk mengembangkan vaksin. “Kita juga hanya satu-satunya perusahaan di negara berkembang yang memiliki fasilitas BioSafety Level 3,” katanya.

Hingga saat ini belum ada obat dan vaksin untuk melawan virus corona. Padahal, lebih dari 100 kandidat vaksin sedang dikembangkan banyak peneliti dan perusahaan farmasi dari berbagai belahan dunia. Kandidat vaksin yang kuat adalah ChAdOx1 nCoV-19 dari Universitas Oxford, mRNA-1273 dari Moderna, Pfizer yang memiliki BNT162, dan Sinovac Biotech dengan PiCoVacc.

Vaksin yang diproduksi Moderna berbasis di Boston, AS, telah memasuki tahap uji kedua. Mereka juga akan merekrut 600 orang dalam beberapa pekan depan untuk uji klinis lebih lanjut. Jika berhasil, vaksin tersebut bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh manusia untuk menghasilkan antibodi yang mampu melawan virus korona.

Vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford merupakan pengembangan vaksin untuk Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). MERS dan SARS juga disebabkan virus corona. Karena itu, Oxford tidak menghabiskan banyak waktu untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Mereka telah memasuki tahap pertama dengan uji klinis terhadap para sukarelawan berusia 18-55 tahun. Setelah itu selesai, fase kedua dan ketiga akan dilanjutkan dengan lebih banyak sukarelawan.

Vaksin yang diproduksi Pfizer bernama BNT162 dikembangkan bersama perusahaan farmasi Jerman, BioNTech. Fase pertama uji klinis telah dilaksanakan terhadap 360 orang di berbagai rumah sakit. Uji klinis juga dilaksanakan di AS. Pfizer juga berjanji akan memproduksi jutaan dosis vaksin pada 2020 dan ditingkatkan pada tahun depan. (Baca juga: Pandemi Corona Melanda, PBB Setop Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian)

Indonesia juga sedang berupaya membuat vaksin. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengakui membutuhkan waktu untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Namun, saat ini tengah diteliti jenis Covid-19 yang beredar di Indonesia.

“Sedangkan untuk vaksin, memang butuh waktu. Tapi, setidaknya dengan sudah dimulainya whole genome sequencing yang sudah di-submit oleh Eijkman dan Unair Surabaya, maka kita bisa deteksi jenis virus Covid apa yang beredar di Indonesia,” katanya seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (11/5).

Untuk serum, saat ini memang masih tahap awal penelitiannya. Meski begitu, Indonesia juga tengah melakukan uji klinis terhadap berbagai jenis obat yang dipakai di berbagai negara untuk pasien Covid-19. “Kami juga lakukan uji klinis terhadap pil kina terhadap komponen obat modern asli Indonesia,” ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Iran Larang Badan Energi...
Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS
Rekomendasi
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Jakarta Pro Cycling...
Jakarta Pro Cycling Team Raih 5 Medali di Kejurnas Road 2026, Aligya Keiko Bersinar dengan Emas
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
5 Fakta Vaksin Covid-19...
5 Fakta Vaksin Covid-19 IndoVac yang Diluncurkan Presiden Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved