Analis: Biden Harus Hadapi Ancaman Lama dan Baru di Irak untuk 'Hadang' Iran

Senin, 30 November 2020 - 02:00 WIB
loading...
A A A
AS telah menegaskan kembali penghormatannya terhadap kedaulatan Irak dan di mana Iran menggunakan kampanye pengiriman pesan untuk mempromosikan narasinya sendiri di Irak dan mendapatkan pengaruh, AS memiliki kemampuan untuk mendorong pesannya, bahwa Irak adalah negaranya sendiri.

Baik Trump dan Obama berjanji untuk menarik pasukan dari Irak. Namun, pemerintahan Trump mengambil pendekatan yang lebih garis keras terhadap Iran, menarik diri dari kesepakatan nuklir dan mengadopsi kampanye sanksi "tekanan maksimum" terhadap Teheran.

(Baca: Menlu Baru AS Mungkin Perluas Keterlibatan Washington di Timur Tengah )

“Apa yang ditunjukkan Trump adalah bahwa jika seseorang seperti Qassem Soleimani atau Abdul-Mahdi al Mohandes, dua komandan Pasukan Garda Revolusi Iran merencanakan serangan dan merencanakan berbagai cara untuk menyelidiki, dan mengancam AS dan kepentingannya dan pasukannya dan sekutunya, terkadang mereka yang Anda butuhkan untuk menangani masalah itu,” kata Smyth.

Namun, Smyth mengatakan bahwa tindakan kebijakan garis keras semacam itu memiliki konsekuensi, sering kali mengarah pada pembalasan. AS telah mengatakan akan mempertimbangkan untuk menutup kedutaan besarnya di Baghdad sebagai tanggapan atas meningkatnya serangan di Zona Hijau, sementara penyebaran milisi baru menunjukkan bahwa strategi AS belum mampu menahan pengaruh Iran di Irak.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
AS Akui Tak Berdaya...
AS Akui Tak Berdaya Hadapi Rudal Hipersonik Rusia dan Drone Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved