Menlu Baru AS Mungkin Perluas Keterlibatan Washington di Timur Tengah

Minggu, 29 November 2020 - 23:09 WIB
loading...
Menlu Baru AS Mungkin...
Ilustrasi
A A A
LONDON - Antony Blinken, sosok yang ditunjuk Joe Biden untuk menjadi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), kemungkinan akan memperluas keterlibatan Washington di Timur Tengah, khususnya Suriah. Hal itu diungkapkan mantan Duta Besar Inggris untuk Suriah, Peter Ford.

Pada akhir November, Biden mengumumkan pemilihan Blinken sebagai Menteri Luar Negeri AS dan Jake Sullivan sebagai Penasihat Keamanan Nasional, bersama dengan jabatan kabinet lainnya.

(Baca: Pompeo Siap Tunaikan Janji Transisi Pemerintahan ke Joe Biden )

Perkembangan itu terjadi ketika Rusia telah menyatakan keprihatinannya atas proses yang berlangsung di wilayah Suriah di bawah kendali AS. Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengatakan kecenderungan separatis yang dipicu oleh pendudukan eksternal menghalangi upaya untuk memulihkan integritas teritorial Suriah.

"Blinken secara terbuka sangat menyesali bahwa (mantan Presiden Barack) Obama membatalkan rencana AS untuk pergi ke Suriah, bahkan lebih dari sebelumnya dan mengutuk upaya (Presiden Donald) Trump yang layak tetapi lemah untuk menarik pasukan AS dari Suriah," kata Ford.

"Situasi diatur untuk pertikaian dan campur tangan AS yang lebih kontraproduktif di Timur Tengah," sambungnya, seperti dilansir Sputnik.

(Baca: Trump Sebut Pilpres Dicurangi, Begini Putusan Pengadilan Banding AS )

Ford juga mengatakan, Blinken yakin bergabung kembali dengan perjanjian nuklir Iran akan menempatkan AS dalam posisi yang lebih kuat untuk mengatasi Teheran atas "perilaku destabilisasi".

"Jika ini adalah pola pikir dan tujuan yang dia bawa ke meja perundingan dengan Iran, maka kalibrasi ulang hubungan dengan Iran sudah mati," prediksi dia.

Bertentangan dengan penilaian Blinken, Ford menuturkan, Iran secara konsisten memainkan peran konstruktif dalam memblokir perluasan elemen teroris di Suriah. Ford mengatakan, masalah yang lebih besar adalah perilaku "destabilisasi" AS di kawasan yang melibatkan manuver perubahan rezim secara berantai.

(Baca: Rusia: Pompeo Kunjungi Permukiman, AS Abaikan Prinsip Internasional )

Dia juga khawatir tentang kebijakan yang Sullivan, mantan penasihat Hillary Clinton, akan bergabung dengan Blinken dalam kebijakan yang merusak.

"Tak satu pun dari penunjukan ini menjadi pertanda baik bagi perdamaian di Timur Tengah, atau mungkin di mana pun. Kedua penunjukan tersebut adalah produk klasik dari sabuk konveyor Washington dari orang-orang yang benar-benar percaya pada keistimewaan dan 'kepemimpinan' Amerika (yaitu dominasi)", katanya.

"Tidak ada yang pernah berdiri untuk kebijakan atau prinsip yang tidak sesuai dengan pendirian Washington pada saat itu," Ford menyimpulkan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved