Korsel Sebut Korut Eksekusi Mati Para Pelanggar Kebijakan Penguncian Covid-19
Minggu, 29 November 2020 - 13:53 WIB
loading...
Pejabat intelijen Korea Selatan mengatakan Korea Utara telah mengeksekusi setidaknya dua pejabat di tengah kesulitan ekonomi selama pandemi Covid-19. Foto/REUTERS
A
A
A
SEOUL - Pejabat intelijen Korea Selatan (Korsel) mengatakan Korea Utara (Korut) telah mengeksekusi setidaknya dua pejabat di tengah kesulitan ekonomi selama pandemi Covid-19. Mereka dieksekusi karena melanggar kebijakan penguncian Covid-19.
Dia menuturkan, seorang pejabat Korut dieksekusi karena mengimpor barang terlarang ke negara itu di tengah peningkatan kontrol bea cukai di perbatasan karena pandemi. Pejabat senior Korut lainnya dieksekusi atas tuduhan penipuan pertukaran mata uang.
"Pemimpin Korut, Kim Jong-un juga baru-baru ini mengambil "tindakan irasional" di tengah kesulitan ekonomi, khususnya, menaikkan harga komoditas dan mengurangi produksi industri," kata pejabat itu. ( Baca juga: Keponakan Kim Jong-un Menghilang setelah Bertemu Agen CIA )
"Selain itu, dia memerintahkan untuk menghentikan penangkapan ikan dan produksi garam karena kekhawatiran garam laut dapat terinfeksi virus Corona," sambungya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (29/11/2020).
Rezim penguncian diberlakukan di provinsi Pyongyang dan Chagando. Pyongyang juga dilaporkan, di tengah langkah-langkah untuk menahan penyebaran virus Corona, mungkin menunda kongres nasional Partai Buruh, yang dijadwalkan berlangsung pada Januari.
Sebelumnya, Jong-un mengklaim bahwa tidak ada kasus infeksi Covid-19 di negara tersebut. Klaim itu disampaikan Jong-un saat menyampaikan pidato di parade militer tahunan. ( Baca juga: Mendag Lepas Ekspor Ikan Tuna ke Korsel Bareng KKP )
Dia menuturkan, seorang pejabat Korut dieksekusi karena mengimpor barang terlarang ke negara itu di tengah peningkatan kontrol bea cukai di perbatasan karena pandemi. Pejabat senior Korut lainnya dieksekusi atas tuduhan penipuan pertukaran mata uang.
"Pemimpin Korut, Kim Jong-un juga baru-baru ini mengambil "tindakan irasional" di tengah kesulitan ekonomi, khususnya, menaikkan harga komoditas dan mengurangi produksi industri," kata pejabat itu. ( Baca juga: Keponakan Kim Jong-un Menghilang setelah Bertemu Agen CIA )
"Selain itu, dia memerintahkan untuk menghentikan penangkapan ikan dan produksi garam karena kekhawatiran garam laut dapat terinfeksi virus Corona," sambungya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (29/11/2020).
Rezim penguncian diberlakukan di provinsi Pyongyang dan Chagando. Pyongyang juga dilaporkan, di tengah langkah-langkah untuk menahan penyebaran virus Corona, mungkin menunda kongres nasional Partai Buruh, yang dijadwalkan berlangsung pada Januari.
Sebelumnya, Jong-un mengklaim bahwa tidak ada kasus infeksi Covid-19 di negara tersebut. Klaim itu disampaikan Jong-un saat menyampaikan pidato di parade militer tahunan. ( Baca juga: Mendag Lepas Ekspor Ikan Tuna ke Korsel Bareng KKP )
| ReplyForward |
(esn)
Lihat Juga :