10 Agresi Militer Terhadap Target Sipil Paling Brutal di Dunia
Minggu, 29 November 2020 - 06:27 WIB
loading...
A
A
A
Siege of Jerusalem (Pengepungan Yerusalem) merujuk pada beberapaperistiwa bersejarah, tiga di antaranya (587 SM, 707 M, 1187) juga disebut Kejatuhan Yerusalem. Kasus pengepungan paling buruk terjadi pada pertempuran klimaks Perang Salib I.
Dimulai pada 1095 oleh Paus Urban II yang mengutuk penganiayaan terhadap orang-orang Kristen di Tanah Suci, puluhan ribu orang Eropa Barat mengalir ke Timur Tengah seperti banjir, membantai siapa saja yang menghalangi mereka, tentara atau warga sipil.
Menghadapi sedikit perlawanan, gelombang tentara salib akhirnya membentur tembok Yerusalem pada 7 Juni 1099. Setelah sekitar satu bulan, tentara salib akhirnya masuk ke kota dan pembantaian dimulai .
5. Pengepungan Changchun (23 Mei 1948)
![10 Agresi Militer Terhadap Target Sipil Paling Brutal di Dunia]()
Pada 23 Mei 1948, Tentara Pembebasan Rakyat mulai mengepung kota Changchun di China Timur Laut yang saat itu coba dipertahankan pasukan Nasionalis. Tidak ingin mencoba memaksa masuk ke kota, pihak Komunis dengan sengaja membuat strategi agar sekitar 370.000 warga sipil terserang kelaparan.
Ketika pengepungan akhirnya berakhir pada Oktober, sedikitnya 160.000 warga sipil mati kelaparan. Mereka yang selamat hanya berhasil hidup dengan memakan hampir setiap benda yang bisa dimakan di kota, sampai ke kulit pohon dan rumput di ladang. (Baca juga: 9 Anak 'Bau Kencur' Pendobrak perubahan di Dunia)
6. Pengeboman Tokyo (9-10 Maret 1945)
![10 Agresi Militer Terhadap Target Sipil Paling Brutal di Dunia]()
Pada malam 9-10 Maret 1945 Angkatan Udara Amerika Serikat (USAAF) melakukan serangan bom yang menghancurkan ibu kota Jepang Tokyo. Serangan ini diberi kode Operation Meetinghouse oleh USAAF dan dikenal sebagai Great Tokyo Air Raid di Jepang.
Selama penyerangan, bom-bom dijatuhkan dari 279 Boeing B-29 Superfortress yang terdiri dari pembom besar membakar sebagian besar Tokyo timur. Lebih dari 88.000 dan mungkin lebih dari 100.000 orang Jepang, sebagian besar warga sipil, terbunuh dan satu juta orang kehilangan tempat tinggal.
7. Pembantaian Manila (3 Feb-3 Maret 1945)
![10 Agresi Militer Terhadap Target Sipil Paling Brutal di Dunia]()
Pembantaian Manila merupakan kekejaman yang dilakukan terhadap warga sipil di Kota Manila oleh pasukan Jepang selama Perang Dunia II (3 Februari-3 Maret 1945) ). Jumlah korban tewas warga sipil untuk pertempuran Manila sekitar 100.000 orang.
Dimulai pada 1095 oleh Paus Urban II yang mengutuk penganiayaan terhadap orang-orang Kristen di Tanah Suci, puluhan ribu orang Eropa Barat mengalir ke Timur Tengah seperti banjir, membantai siapa saja yang menghalangi mereka, tentara atau warga sipil.
Menghadapi sedikit perlawanan, gelombang tentara salib akhirnya membentur tembok Yerusalem pada 7 Juni 1099. Setelah sekitar satu bulan, tentara salib akhirnya masuk ke kota dan pembantaian dimulai .
5. Pengepungan Changchun (23 Mei 1948)
.jpg)
Pada 23 Mei 1948, Tentara Pembebasan Rakyat mulai mengepung kota Changchun di China Timur Laut yang saat itu coba dipertahankan pasukan Nasionalis. Tidak ingin mencoba memaksa masuk ke kota, pihak Komunis dengan sengaja membuat strategi agar sekitar 370.000 warga sipil terserang kelaparan.
Ketika pengepungan akhirnya berakhir pada Oktober, sedikitnya 160.000 warga sipil mati kelaparan. Mereka yang selamat hanya berhasil hidup dengan memakan hampir setiap benda yang bisa dimakan di kota, sampai ke kulit pohon dan rumput di ladang. (Baca juga: 9 Anak 'Bau Kencur' Pendobrak perubahan di Dunia)
6. Pengeboman Tokyo (9-10 Maret 1945)
.jpg)
Pada malam 9-10 Maret 1945 Angkatan Udara Amerika Serikat (USAAF) melakukan serangan bom yang menghancurkan ibu kota Jepang Tokyo. Serangan ini diberi kode Operation Meetinghouse oleh USAAF dan dikenal sebagai Great Tokyo Air Raid di Jepang.
Selama penyerangan, bom-bom dijatuhkan dari 279 Boeing B-29 Superfortress yang terdiri dari pembom besar membakar sebagian besar Tokyo timur. Lebih dari 88.000 dan mungkin lebih dari 100.000 orang Jepang, sebagian besar warga sipil, terbunuh dan satu juta orang kehilangan tempat tinggal.
7. Pembantaian Manila (3 Feb-3 Maret 1945)
.jpg)
Pembantaian Manila merupakan kekejaman yang dilakukan terhadap warga sipil di Kota Manila oleh pasukan Jepang selama Perang Dunia II (3 Februari-3 Maret 1945) ). Jumlah korban tewas warga sipil untuk pertempuran Manila sekitar 100.000 orang.
Lihat Juga :