Eks Bos CIA: Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran Kriminal, Bisa Picu Konflik Wilayah

Sabtu, 28 November 2020 - 08:54 WIB
loading...
Eks Bos CIA: Pembunuhan...
Mantan direktur CIA Amerika Serikat John Brennan. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Mantan kepala Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS), John Brennan, mengacam pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir Iran ; Mohsen Fakhrizadeh, kemarin. Dia menyebutnya sebagai tindakan kriminal yang berisiko memicu konflik di wilayah Timur Tengah.

Brennan mengatakan dia tidak tahu siapa yang harus disalahkan atas pembunuhan Fakhrizadeh. Namun, Teheran mengarahkan jarinya ke Israel. (Baca: Mengenal Mohsen Fakhrizadeh, 'Bapak Bom Nuklir Iran' yang Tewas Dibunuh )

"Ini adalah tindakan kriminal dan sangat sembrono. Ini berisiko pembalasan mematikan dan babak baru konflik regional," kata Brennan dalam serangkaian tweet, seperti dikutip AFP, Sabtu (28/11/2020).

"Saya tidak tahu apakah pemerintah asing mengizinkan atau melakukan pembunuhan Fakhrizadeh," lanjut dia.

"Tindakan terorisme yang disponsori negara seperti itu akan menjadi pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan mendorong lebih banyak pemerintah untuk melakukan serangan mematikan terhadap pejabat asing," imbuh dia.

Brennan mencatat bahwa Fakhrizadeh bukanlah teroris yang ditunjuk secara hukum, bukan anggota al-Qaeda atau pun anggota kelompok ISIS. (Baca juga: Israel Dituding Jadi Dalang Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran )

Kendati demikian, mantan bos CIA yang jadi kritikus pedas Presiden Donald Trump tersebut mendesak Teheran untuk "menahan keinginan" untuk membalas dan menunggu kembalinya kepemimpinan Amerika yang bertanggung jawab di panggung global. Komentar Brennan itu mengacu pada pemenang pemilihan presiden (pilpres) AS 3 November; Joe Biden, yang akan menggantikan Trump pada 20 Januari.

Brennan adalah direktur CIA dari 2013 hingga 2017, di bawah pemerintahan presiden Barack Obama dan wakil presiden Joe Biden.

Brennan tidak ikut serta dalam tim kampanye Biden dan tidak terlibat dalam persiapan Biden untuk menjabat sebagai presiden pada 20 Januari.

Namun awal pekan ini Biden menunjuk mantan wakil Brennan di CIA, Avril Haines, sebagai direktur intelijen nasionalnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Abaikan AS, Netanyahu...
Abaikan AS, Netanyahu Ngotot Tak Akan Tarik Pasukan Israel dari Lebanon
Rekomendasi
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Berita Terkini
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Infografis
Nuklir Korut Kini Bisa...
Nuklir Korut Kini Bisa Menghantam Seluruh Wilayah AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved