Inilah 6 Ilmuwan Iran yang Diserang dalam Beberapa Tahun Terakhir
Sabtu, 28 November 2020 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
2. Massoud Ali-Mohammadi
Ilmuwan nuklir Massoud Ali-Mohammadi terbunuh oleh bom yang dikendalikan dari jarak jauh di Teheran pada 12 Januari 2010. Beberapa situs web oposisi Iran mengatakan dia telah mendukung kandidat moderat Mirhossein Mousavi dalam pemilu 2009 yang disengketakan yang menjamin masa jabatan presiden kedua untuk Mahmoud Ahmadinejad.
Para pejabat Iran menggambarkan profesor fisika itu sebagai ilmuwan nuklir, tetapi seorang juru bicara pemerintah mengatakan dia tidak bekerja untuk Organisasi Energi Atom. Dia mengajar di Universitas Teheran.
Sumber-sumber Barat mengatakan profesor itu bekerja erat dengan Fakhrizadeh dan Fereydoun Abbassi-Davani, yang keduanya dikenai sanksi PBB karena pekerjaan mereka pada dugaan pengembangan senjata nuklir.
Daftar publikasi Ali-Mohammadi di situs web Universitas Teheran menunjukkan bahwa spesialisasinya adalah fisika partikel teoretis, bukan energi nuklir. (Baca juga: Israel Dituding Jadi Dalang Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran )
3. Majid Shahriyari
Shahriyari tewas dan istrinya terluka dalam ledakan bom mobil di Teheran pada 29 November 2010, dalam apa yang oleh pejabat Iran disebut sebagai serangan yang disponsori Israel atau AS terhadap program atomnya.
Menurut kantor berita IRNA, Kepala Badan Energi Atom Iran Ali Akbar Salehi mengatakan Shahriyari memiliki peran dalam salah satu proyek nuklir terbesarnya, tetapi tidak merinci lebih lanjut.
Dia adalah seorang dosen di Shahid Beheshti University.
Ilmuwan nuklir Massoud Ali-Mohammadi terbunuh oleh bom yang dikendalikan dari jarak jauh di Teheran pada 12 Januari 2010. Beberapa situs web oposisi Iran mengatakan dia telah mendukung kandidat moderat Mirhossein Mousavi dalam pemilu 2009 yang disengketakan yang menjamin masa jabatan presiden kedua untuk Mahmoud Ahmadinejad.
Para pejabat Iran menggambarkan profesor fisika itu sebagai ilmuwan nuklir, tetapi seorang juru bicara pemerintah mengatakan dia tidak bekerja untuk Organisasi Energi Atom. Dia mengajar di Universitas Teheran.
Sumber-sumber Barat mengatakan profesor itu bekerja erat dengan Fakhrizadeh dan Fereydoun Abbassi-Davani, yang keduanya dikenai sanksi PBB karena pekerjaan mereka pada dugaan pengembangan senjata nuklir.
Daftar publikasi Ali-Mohammadi di situs web Universitas Teheran menunjukkan bahwa spesialisasinya adalah fisika partikel teoretis, bukan energi nuklir. (Baca juga: Israel Dituding Jadi Dalang Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran )
3. Majid Shahriyari
Shahriyari tewas dan istrinya terluka dalam ledakan bom mobil di Teheran pada 29 November 2010, dalam apa yang oleh pejabat Iran disebut sebagai serangan yang disponsori Israel atau AS terhadap program atomnya.
Menurut kantor berita IRNA, Kepala Badan Energi Atom Iran Ali Akbar Salehi mengatakan Shahriyari memiliki peran dalam salah satu proyek nuklir terbesarnya, tetapi tidak merinci lebih lanjut.
Dia adalah seorang dosen di Shahid Beheshti University.
Lihat Juga :