Pembom Siluman H-20 Akan Beri China Kemampuan Serangan Antarbenua
Kamis, 26 November 2020 - 10:24 WIB
loading...
A
A
A
Rencana untuk H-20 diumumkan oleh PLA pada 2016 dan pembom subsonik tersebut kemungkinan siap untuk memasuki layanan dalam lima tahun.
Laporan media China mengatakan H-20 akan mampu mengirimkan muatan 45 ton, termasuk senjata nuklir, dan menembakkan empat rudal jelajah siluman atau pun hipersonik. (Baca juga: Media China Sentil Indonesia karena Menentang Klaim China di Laut China Selatan )
Pesawat ini dikembangkan sebagai bagian dari rencana Angkatan Udara PLA untuk memperluas operasi pembomnya, yang merupakan bagian dari program yang lebih luas untuk meningkatkan angkatan bersenjata.
Pada bulan Agustus, Departemen Pertahanan AS atau Pentagon menerbitkan laporan yang memperkirakan jarak jelajah H-20 China sekitar 8.500 km (5.280 mil), yang akan membawa wilayah AS di Guam dalam jangkauan.
Tetapi para ahli militer lainnya memperkirakan jarak jelajahnya lebih dari 12.000 km, yang berarti Hawaii akan berada dalam jangkauan serangan.
Song Zhongping, mantan instruktur PLA, mengatakan H-20 telah dirancang untuk mencapai wilayah AS sebagai bagian dari triad nuklir China, yang juga mencakup rudal darat dan laut.
Laporan media China mengatakan H-20 akan mampu mengirimkan muatan 45 ton, termasuk senjata nuklir, dan menembakkan empat rudal jelajah siluman atau pun hipersonik. (Baca juga: Media China Sentil Indonesia karena Menentang Klaim China di Laut China Selatan )
Pesawat ini dikembangkan sebagai bagian dari rencana Angkatan Udara PLA untuk memperluas operasi pembomnya, yang merupakan bagian dari program yang lebih luas untuk meningkatkan angkatan bersenjata.
Pada bulan Agustus, Departemen Pertahanan AS atau Pentagon menerbitkan laporan yang memperkirakan jarak jelajah H-20 China sekitar 8.500 km (5.280 mil), yang akan membawa wilayah AS di Guam dalam jangkauan.
Tetapi para ahli militer lainnya memperkirakan jarak jelajahnya lebih dari 12.000 km, yang berarti Hawaii akan berada dalam jangkauan serangan.
Song Zhongping, mantan instruktur PLA, mengatakan H-20 telah dirancang untuk mencapai wilayah AS sebagai bagian dari triad nuklir China, yang juga mencakup rudal darat dan laut.
Lihat Juga :