Soal Konser Lagu Natal, Menkes Inggris: Insya Allah Diadakan

Selasa, 24 November 2020 - 22:12 WIB
loading...
A A A
Pernyataan Hancock sontak mengundang komentar dari pengguna media sosial. Ada netizen yang merasa bingung dengan pernyataan sang menteri. Namun ada juga yang menyuarakan keprihatinan atas komentar tersebut, mengklaim Hancock telah melakukan pelanggaran budaya.

Ada juga netizen yang bercanda bahwa Hancock telah masuk Islam. Namun, beberapa orang bereaksi dengan marah merujuk pada keputusan Hancock yang mengumumkan penguncian di beberapa daerah di Inggris hanya beberapa jam sebelum perayaan Muslim Idul Adha awal tahun ini. Sementara seorang pengguna mengklaim penggunaan bahasa Arab oleh Hancock adalah momen paling gila di tahun 2020.

Penggunaan frasa Insya Allah oleh politisi Barat bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden menggunakan frasa bahasa Arab yang sama selama debat pemilihan presiden (pilpres) yang disiarkan televisi dengan petahana, Donald Trump.(Baca juga: Ungkapan Insya Allah Tiba-tiba Jadi Populer di Amerika )

Inggris saat ini berada di bawah penguncian virus Corona nasional yang akan berakhir minggu depan pada 2 Desember.

Saat tenggat waktu semakin dekat, spekulasi telah berputar-putar mengenai jenis pembatasan apa yang akan diberlakukan selama periode Natal, dan apakah keluarga akan diizinkan untuk berkumpul.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
BSKDN Kemendagri Perkuat...
BSKDN Kemendagri Perkuat Kolaborasi dengan Uncen Dorong Lahirkan Inovasi Daerah
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved