Media Inggris: Putri Haya Bayar Bodyguardnya untuk Tutupi Perselingkuhan Mereka

Selasa, 24 November 2020 - 07:20 WIB
loading...
A A A
Menurut laporan media Inggris pada 21 November 2020, pengungkapan teman-teman sang bodyguard di pengadilan menyatakan Putri Haya memulai perselingkuhan dengan Russell Flowers yang membuat Flowers mengakhiri pernikahan empat tahun dengan istrinya. (Baca juga: Hakim Sebut Penguasa Dubai Intimidasi Putri Haya, Istrinya yang Kabur )

Flowers, 37, yang bertugas selama lima tahun di Princess of Wales Roya Regiment (Resimen Roya Putri Wales) mulai bekerja penuh waktu sebagai pengawal Putri Haya pada tahun 2016, menemaninya dalam banyak perjalanan ke luar negeri. Salah satu sumber yang dekat dengan istrinya menyatakan bahwa selama perjalanan ke luar negeri. Saat dia berada di Inggris, mereka akan keluar hampir setiap malam dan pada beberapa kesempatan tidak akan kembali ke rumah sampai keesokan harinya.

Putri Haya menikah dengan Al-Maktoum pada tahun 2004 menjadi istri keenam dan termuda sampai dia meninggalkan negara itu tahun lalu dengan kedua anaknya. Putri Haya dan kedua anaknya awalnya pergi ke Jerman sebelum akhirnya menetap di London.

"Istri Russell (Flowers) percaya dia tergoda oleh uang dan hadiah. Dia memberinya banyak hadiah mahal dan memastikan bahwa dia selalu di sisinya," kata seorang teman dari istri Flowers kepada Daily Mail.

Flowers meninggalkan istrinya pada 2017 dan pasangan itu kemudian bercerai. Skandal perselingkuhan Putri Haya dan Russel Flowers juga dikonfirmasi hakim pengadilan keluarga Sir Andrew McFarlane. Kendati demikian, putri Yordania itu membantah adanya perselingkuhan tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Libur Sekolah Tiba,...
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
Berita Terkini
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved