Pertama dalam 6 Dekade, Pemimpin Politik Tibet Kunjungi Gedung Putih

Minggu, 22 November 2020 - 06:06 WIB
loading...
Pertama dalam 6 Dekade,...
Presiden Administrasi Tibet Pusat (CTA) Lobsang Sangay bertemu Koordinator Khusus AS untuk Isu Tibet Robert Destro di Gedung Putih pada Jumat (20/11). Foto/Kerala Kaumudi
A A A
SHANGHAI - Kepala pemerintahan Tibet di pengasingan mengunjungi Gedung Putih, Amerika Serikat (AS), untuk pertama kali dalam enam dekade. Langkah ini dapat semakin membuat marah China .

Beijing menuduh AS berupaya menciptakan kekacauan di kawasan itu.

“Presiden Administrasi Tibet Pusat (CTA) Lobsang Sangay diundang ke Gedung Putih untuk bertemu Koordinator Khusus AS untuk Isu Tibet Robert Destro pada Jumat (20/11),” ungkap pernyataan CTA.

“Pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini mungkin akan menjadi nada optimis untuk partisipasi CTA dengan para pejabat AS dan jadi lebih formal dalam beberapa tahun mendatang,” papar CTA yang berbasis di Dharamshala, India. (Baca Juga: Indonesia Desak DK PBB Hentikan Kekerasan di Afghanistan)

Tibet telah menjadi salah satu wilayah sengketa antara Amerika Serikat (AS) dan China, dengan hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia itu pada titik terendahnya dalam beberapa dekade. (Lihat Infografis: Abdollah Roudaki, Kapal Perang Baru Iran untuk Pecundangi AS)

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo menuduh Beijing pada Juli melanggar hak asasi manusia (HAM) Tibet. Pompeo mengatakan Washington mendukung "otonomi yang berarti" untuk wilayah tersebut. (Lihat Video: Tampak Bugar, Inilah Video Alm. Ricky Yacobi Sebelum Bertanding)

Pejabat Beijing sejak itu menuduh Amerika Serikat menggunakan Tibet untuk mencoba mempromosikan "perpecahan" di China. Beijing juga menolak untuk bernegosiasi dengan Destro.

China menguasai Tibet pada 1950 dalam proses yang digambarkannya sebagai "pembebasan damai" yang membantu membuang "masa lalu feodalis".

Meski demikian, para pengkritik yang dipimpin pemimpin spiritual yang diasingkan, Dalai Lama mengatakan pemerintahan China sama dengan "genosida budaya".

Presiden China Xi Jinping mengatakan pada Agustus bahwa China perlu membangun "benteng yang tak tertembus" di Tibet untuk melindungi persatuan nasional.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Menteri Israel Kecam...
Menteri Israel Kecam AS karena Berdamai dengan Iran: Perilaku Tak Baik!
Rekomendasi
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
Berita Terkini
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved