Pasukan Azerbaijan Masuki Distrik Pertama yang Diserahkan Armenia
Jum'at, 20 November 2020 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Separatis di Nagorno-Karabakh dan beberapa distrik sekitarnya merebut wilayah itu dan mengklaim kemerdekaan yang belum diakui secara internasional, bahkan oleh Armenia, setelah perang pasca-Soviet pada 1990-an yang menewaskan sekitar 30.000 orang.
Sebagai bagian dari kesepakatan damai pekan lalu, Armenia setuju untuk mengembalikan sekitar 15 hingga 20 persen wilayah Nagorno-Karabakh yang direbut Azerbaijan dalam pertempuran baru-baru ini, termasuk kota bersejarah Shusha.
Pertukaran wilayah pada awalnya akan dimulai hari Minggu, dengan orang-orang Armenia di distrik Kalbajar melarikan diri secara massal sebelum batas waktu resmi pengambilalihan oleh Azerbaijan.(Baca juga: Bumi Hangus! Armenia Bakar Rumah sebelum Serahkan Desa ke Azerbaijan )
Tetapi Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menunda tenggat waktu satu minggu karena pertimbangan "kemanusiaan".
Sementara itu pasukan penjaga perdamaian Rusia yang berjumlah sekitar 2.000 tentara telah dikerahkan ke pusat administrasi wilayah tersebut, Stepanakert. Mereka mendirikan pos pemeriksaan dan pos pengamatan di sepanjang koridor strategis Lachin yang menghubungkan Nagorno-Karabakh dengan Armenia.
Sementara orang-orang Armenia di provinsi-provinsi yang akan diserahkan ke Azerbaijan telah pergi, misi Rusia pada hari Kamis mengatakan telah membawa sekitar 3.000 penduduk kembali ke Stepanakert dan wilayah lain yang telah melarikan diri selama enam minggu akibat konflik hebat.
Sebagian besar distrik barat daya Azerbaijan, Aghdam, berada di bawah kendali separatis Armenia sejak 1993. Sebelum perang pasca-Soviet, distrik itu dihuni oleh sekitar 130.000 orang - kebanyakan etnis Azerbaijan yang terusir dari rumah mereka.
Kementerian kesehatan Armenia mengatakan awal pekan ini bahwa lebih dari 2.400 pejuang negara itu tewas dalam pertempuran. Azerbaijan sendiri belum mengungkapkan korban jiwa yang dialami militernya.
Sebagai bagian dari kesepakatan damai pekan lalu, Armenia setuju untuk mengembalikan sekitar 15 hingga 20 persen wilayah Nagorno-Karabakh yang direbut Azerbaijan dalam pertempuran baru-baru ini, termasuk kota bersejarah Shusha.
Pertukaran wilayah pada awalnya akan dimulai hari Minggu, dengan orang-orang Armenia di distrik Kalbajar melarikan diri secara massal sebelum batas waktu resmi pengambilalihan oleh Azerbaijan.(Baca juga: Bumi Hangus! Armenia Bakar Rumah sebelum Serahkan Desa ke Azerbaijan )
Tetapi Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menunda tenggat waktu satu minggu karena pertimbangan "kemanusiaan".
Sementara itu pasukan penjaga perdamaian Rusia yang berjumlah sekitar 2.000 tentara telah dikerahkan ke pusat administrasi wilayah tersebut, Stepanakert. Mereka mendirikan pos pemeriksaan dan pos pengamatan di sepanjang koridor strategis Lachin yang menghubungkan Nagorno-Karabakh dengan Armenia.
Sementara orang-orang Armenia di provinsi-provinsi yang akan diserahkan ke Azerbaijan telah pergi, misi Rusia pada hari Kamis mengatakan telah membawa sekitar 3.000 penduduk kembali ke Stepanakert dan wilayah lain yang telah melarikan diri selama enam minggu akibat konflik hebat.
Sebagian besar distrik barat daya Azerbaijan, Aghdam, berada di bawah kendali separatis Armenia sejak 1993. Sebelum perang pasca-Soviet, distrik itu dihuni oleh sekitar 130.000 orang - kebanyakan etnis Azerbaijan yang terusir dari rumah mereka.
Kementerian kesehatan Armenia mengatakan awal pekan ini bahwa lebih dari 2.400 pejuang negara itu tewas dalam pertempuran. Azerbaijan sendiri belum mengungkapkan korban jiwa yang dialami militernya.
Lihat Juga :