Penasihat Khamenei: Serangan Taktis AS terhadap Iran Akan Jadi Perang Skala Penuh
Jum'at, 20 November 2020 - 00:42 WIB
loading...
A
A
A
Juru bicara misi Iran untuk PBB, Alireza Miryousefi, mengatakan bahwa negaranya mampu mengatasi agresor mana pun di dunia. "(Iran) telah terbukti mampu menggunakan kekuatan militernya yang sah untuk mencegah atau menanggapi petualangan melankolis dari penyerang mana pun," ujarnya.
Dalam wawancaranya, Dehghan yang merupakan bakal calon presiden dalam pemilihan presiden Iran 2021, juga menyentuh aspek lain dari kebijakan pertahanan Iran. "Teheran tidak akan menegosiasikan kekuatan pertahanannya ... dengan siapa pun dalam keadaan apa pun, termasuk sejauh kemampuan rudalnya," katanya.
"Rudal adalah simbol dari potensi besar yang ada di para ahli kita, kaum muda dan pusat industri," paparnya.
Dehghan menambahkan bahwa Iran akan terus mengupayakan pengusiran total semua pasukan AS dari Timur Tengah sebagai pembalasan atas serangan pesawat tak berawak AS yang membunuh komandan Pasukan Quds Qasem Soleimani pada 3 Januari 2020. Dia menyebut serangan rudal Iran terhadap sepasang pangkalan militer AS di Irak pada 8 Januari hanya sebuah "tamparan awal".
Segera setelah serangan pesawat tak berawak AS, Dehghan secara terbuka mengisyaratkan bahwa tanggapan Iran terhadap pembunuhan Soleimani akan mencakup serangan terhadap "situs militer" AS. Dia menambahkan pada saat itu bahwa Iran sedang mencari pembalasan, bukan perang.
Dalam wawancaranya, Dehghan yang merupakan bakal calon presiden dalam pemilihan presiden Iran 2021, juga menyentuh aspek lain dari kebijakan pertahanan Iran. "Teheran tidak akan menegosiasikan kekuatan pertahanannya ... dengan siapa pun dalam keadaan apa pun, termasuk sejauh kemampuan rudalnya," katanya.
"Rudal adalah simbol dari potensi besar yang ada di para ahli kita, kaum muda dan pusat industri," paparnya.
Dehghan menambahkan bahwa Iran akan terus mengupayakan pengusiran total semua pasukan AS dari Timur Tengah sebagai pembalasan atas serangan pesawat tak berawak AS yang membunuh komandan Pasukan Quds Qasem Soleimani pada 3 Januari 2020. Dia menyebut serangan rudal Iran terhadap sepasang pangkalan militer AS di Irak pada 8 Januari hanya sebuah "tamparan awal".
Segera setelah serangan pesawat tak berawak AS, Dehghan secara terbuka mengisyaratkan bahwa tanggapan Iran terhadap pembunuhan Soleimani akan mencakup serangan terhadap "situs militer" AS. Dia menambahkan pada saat itu bahwa Iran sedang mencari pembalasan, bukan perang.
(min)
Lihat Juga :