30 Tahun Ditutup, Perbatasan Irak-Arab Saudi Kembali Dibuka

Kamis, 19 November 2020 - 12:21 WIB
loading...
A A A
Tetapi faksi-faksi pro-Iran di Irak, yang menyebut diri mereka "Perlawanan Islam", telah berdiri teguh menentang hubungan yang lebih dekat dengan Arab Saudi.(Baca juga: Saudi: G20 Miliki Peran Penting Dalam Menjaga Bumi )

Menjelang pembukaan Arar, salah satu kelompok yang mengidentifikasi dirinya sebagai Ashab al-Kahf menerbitkan sebuah pernyataan yang mengumumkan "penolakannya terhadap proyek Saudi di Irak".

"Kader intelijen dari mujahidin mengikuti semua rincian aktivitas musuh Saudi di perbatasan Irak," kelompok itu memperingatkan seperti dikutip dari Al Araby, Kamis 19/11/2020).

Berbicara kepada wartawan pada Selasa malam, Kadhemi membalas mereka yang menggambarkan pemulihan hubungan sebagai "kolonialisme" Saudi.

"Ini bohong. Memalukan," tegasnya.(Baca juga: AS Kembali ke JCPOA, Pangeran Saudi: Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama )

"Biarkan mereka berinvestasi. Selamat datang di Irak," Kadhemi menambahkan, mengatakan investasi Saudi dapat membawa membanjiri Irak dengan pekerjaan baru di mana lebih dari sepertiga pemuda menganggur.

Hubungan Arab Saudi dan Irak tidak banyak berkembang setelah Saddam Hussein digulingkan dalam invasi pimpinan AS tahun 2003. Riyadh mencurigai kelas politik baru Irak yang didominasi oleh Irak karena hubungan mereka dengan Iran.

Hubungan itu mulai mencair pada 2017 ketika Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir melakukan perjalanan ke Baghdad - kunjungan pertama dalam beberapa dekade - diikuti oleh perjalanan ke Riyadh oleh Perdana Menteri Irak saat itu Haider al-Abadi.

Penerbangan komersial pertama dilanjutkan antara kedua negara dan para pejabat mulai membahas Arar, dengan diplomat terkenal Amerika Serikat (AS) Brett McGurk bahkan mengunjungi penyeberangan itu pada 2017 untuk mendukung pembukaan kembali.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Sekutu Trump: Pangeran...
Sekutu Trump: Pangeran MBS Bisa Akui Israel Hari Ini, Masalahnya Ada di Raja Salman
5 Alasan Trump Ingin...
5 Alasan Trump Ingin Mewujudkan Tatanan Baru dengan Penerapan Perjanjian Abraham kepada Negara Muslim
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Putin: Rusia Siap Berkompromi...
Putin: Rusia Siap Berkompromi untuk Capai Perdamaian dengan Ukraina
Jenderal Lebanon Dibunuh...
Jenderal Lebanon Dibunuh Israel, Hizbullah: Kejahatan Keji!
Rekomendasi
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved