Penyerang Masjid di Inggris Minta Dipenjara agar Bisa Belajar Al-Qur'an
Selasa, 17 November 2020 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
"Serangan Horton terhadap orang yang tidak bersalah menghancurkan kesucian tempat ini," ujarnya.
Salah seorang jamaah meraih Horton dan menahannya setelah dia menikam Maglad di masjid saat memimpin salat.
Penyerang ditahan oleh orang-orang di masjid sebelum polisi tiba.
Para jemaah yang ketakutan mengosongkan masjid dan berlari ke jalan setelah serangan berdarah tersebut.
Pengadilan mendengar kesaksian bahwa Magdal mengalami luka berukuran 2x4 cm. Korban juga masih menjalani fisioterapi akibat serangan. Dia menderita kecemasan, pundak kaku, kurang bisa berolahraga dan hanya memiliki sedikit gerakan di salah satu lengannya.
Tangan kanan korban tidak bisa mengangkat sendok ke mulutnya kecuali dibantu dengan tangan kiri.
"Dia kurang percaya diri dalam berdiri di depan aula salat dengan jamaah di belakangnya karena dia takut bahwa dia mungkin diserang," kata Maguire.
Berbicara setelah penikaman itu, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan dia sangat sedih dengan serangan itu, menggemakan komentar yang dibuat oleh Maglad.
Pengadilan mendengar kesaksian bahwa Horton pernah menjalani serangkaian hukuman sebelumnya selama beberapa tahun termasuk kekerasan dalam rumah tangga, kepemilikan senjata api dan penyerangan terhadap seorang petugas polisi.
Laporan psikologis menunjukkan dia memiliki riwayat penyakit kejiwaan yang serius termasuk skizofrenia paranoid. Lantaran riwayat itu, Horton disarankan ditahan di rumah sakit.
Namun, Horton mengatakan kepada pengacaranya bahwa dia justru ingin dihukum dengan hukuman penjara sehingga dia bisa belajar Al-Qur'an dari awal sampai akhir.
Sidang berikutnya akan berlangsung pada 10 Desember, menunggu klarifikasi lebih lanjut tentang laporan psikiatri mengenai keadaan pikirannya.
Salah seorang jamaah meraih Horton dan menahannya setelah dia menikam Maglad di masjid saat memimpin salat.
Penyerang ditahan oleh orang-orang di masjid sebelum polisi tiba.
Para jemaah yang ketakutan mengosongkan masjid dan berlari ke jalan setelah serangan berdarah tersebut.
Pengadilan mendengar kesaksian bahwa Magdal mengalami luka berukuran 2x4 cm. Korban juga masih menjalani fisioterapi akibat serangan. Dia menderita kecemasan, pundak kaku, kurang bisa berolahraga dan hanya memiliki sedikit gerakan di salah satu lengannya.
Tangan kanan korban tidak bisa mengangkat sendok ke mulutnya kecuali dibantu dengan tangan kiri.
"Dia kurang percaya diri dalam berdiri di depan aula salat dengan jamaah di belakangnya karena dia takut bahwa dia mungkin diserang," kata Maguire.
Berbicara setelah penikaman itu, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan dia sangat sedih dengan serangan itu, menggemakan komentar yang dibuat oleh Maglad.
Pengadilan mendengar kesaksian bahwa Horton pernah menjalani serangkaian hukuman sebelumnya selama beberapa tahun termasuk kekerasan dalam rumah tangga, kepemilikan senjata api dan penyerangan terhadap seorang petugas polisi.
Laporan psikologis menunjukkan dia memiliki riwayat penyakit kejiwaan yang serius termasuk skizofrenia paranoid. Lantaran riwayat itu, Horton disarankan ditahan di rumah sakit.
Namun, Horton mengatakan kepada pengacaranya bahwa dia justru ingin dihukum dengan hukuman penjara sehingga dia bisa belajar Al-Qur'an dari awal sampai akhir.
Sidang berikutnya akan berlangsung pada 10 Desember, menunggu klarifikasi lebih lanjut tentang laporan psikiatri mengenai keadaan pikirannya.
Lihat Juga :