Singapura Minta Australia dan Selandia Baru Longgarkan Pembatasan untuk ASEAN
Minggu, 15 November 2020 - 19:05 WIB
loading...
Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong pada Sabtu meminta Australia dan Selandia Baru untuk bekerja dengan ASEAN untuk melonggarkan pembatasan perbatasan. Foto/REUTERS
A
A
A
SINGAPURA - Perdana Menteri Singapura , Lee Hsien Loong meminta Australia dan Selandia Baru untuk bekerja dengan ASEAN untuk melonggarkan pembatasan perbatasan. Lee mengatakan, ini akan memfasilitasi dimulainya kembali aktivitas ekonomi karena pandemi COVID-19 stabil.
Permintaan itu disampaikan Lee dalam dua pertemuan ASEAN dengan kedua negara. "Pembukaan kembali perbatasan kita dengan cara yang aman dan terkalibrasi akan memfasilitasi dimulainya kembali kegiatan ekonomi, dan merupakan penanda kepercayaan penting bagi masyarakat dan bisnis kita," kata Lee pada KTT ASEAN-Australia.
Dia mencatat bahwa Singapura telah mencabut pembatasan dengan mengizinkan pengunjung dari Australia dan menuturkan ia berharap Australia juga akan melonggarkan pembatasan perbatasannya sendiri pada waktu yang tepat.
Dalam pesan serupa selama KTT ASEAN-Selandia Baru, Lee mengatakan kedua belah pihak harus secara progresif dan aman mencabut pembatasan perjalanan saat ini. ( Baca juga: Selandia Baru Berhasil Lenyapkan Covid-19 untuk Kedua Kalinya )
"Ini adalah pendorong penting bagi pemulihan ekonomi kita, dan akan memberi sinyal kepada seluruh dunia bahwa ASEAN dan mitranya terbuka untuk bisnis," katanya,seperti dilansir Channel News Asia pada Minggu (15/11/2020).
Singapura, jelasnya, mencabut pembatasan perbatasan bagi pengunjung dari Selandia Baru karena telah melakukan "pekerjaan terpuji" dalam mengendalikan penyebaran Covid-19. "(Singapura) berharap ke Selandia Baru juga mencabut pembatasannya pada perjalanan lintas batas segera setelah siap untuk melakukannya," ujarnya.
Singapura sendiri memang telah membuka perbatasannya bagi pelancong dari Vietnam, Brunei, Selandia Baru, dan Australia. Berbeda dengan pengaturan jalur cepat atau hijau, pencabutan ini mencakup semua bentuk perjalanan jangka pendek, termasuk untuk bersantai. ( Baca juga: Lawan Corona, Sri Mulyani Gandeng Australia )
Untuk Australia dan Selandia Baru, bagaimanapun, pemerintah mereka belum mencabut pembatasan perbatasan dan telah mendesak warga mereka untuk tidak bepergian ke luar negeri. Bagi yang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri, mereka harus mendapatkan izin khusus terlebih dahulu.
Permintaan itu disampaikan Lee dalam dua pertemuan ASEAN dengan kedua negara. "Pembukaan kembali perbatasan kita dengan cara yang aman dan terkalibrasi akan memfasilitasi dimulainya kembali kegiatan ekonomi, dan merupakan penanda kepercayaan penting bagi masyarakat dan bisnis kita," kata Lee pada KTT ASEAN-Australia.
Dia mencatat bahwa Singapura telah mencabut pembatasan dengan mengizinkan pengunjung dari Australia dan menuturkan ia berharap Australia juga akan melonggarkan pembatasan perbatasannya sendiri pada waktu yang tepat.
Dalam pesan serupa selama KTT ASEAN-Selandia Baru, Lee mengatakan kedua belah pihak harus secara progresif dan aman mencabut pembatasan perjalanan saat ini. ( Baca juga: Selandia Baru Berhasil Lenyapkan Covid-19 untuk Kedua Kalinya )
"Ini adalah pendorong penting bagi pemulihan ekonomi kita, dan akan memberi sinyal kepada seluruh dunia bahwa ASEAN dan mitranya terbuka untuk bisnis," katanya,seperti dilansir Channel News Asia pada Minggu (15/11/2020).
Singapura, jelasnya, mencabut pembatasan perbatasan bagi pengunjung dari Selandia Baru karena telah melakukan "pekerjaan terpuji" dalam mengendalikan penyebaran Covid-19. "(Singapura) berharap ke Selandia Baru juga mencabut pembatasannya pada perjalanan lintas batas segera setelah siap untuk melakukannya," ujarnya.
Singapura sendiri memang telah membuka perbatasannya bagi pelancong dari Vietnam, Brunei, Selandia Baru, dan Australia. Berbeda dengan pengaturan jalur cepat atau hijau, pencabutan ini mencakup semua bentuk perjalanan jangka pendek, termasuk untuk bersantai. ( Baca juga: Lawan Corona, Sri Mulyani Gandeng Australia )
Untuk Australia dan Selandia Baru, bagaimanapun, pemerintah mereka belum mencabut pembatasan perbatasan dan telah mendesak warga mereka untuk tidak bepergian ke luar negeri. Bagi yang ingin melakukan perjalanan ke luar negeri, mereka harus mendapatkan izin khusus terlebih dahulu.
(esn)
Lihat Juga :