Dicap Bawa Virus Corona, 2,5 Juta Ekor Cerpelai Dibantai di Denmark
Sabtu, 14 November 2020 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
Alasan pembantaian darurat cerpelai adalah versi mutasi Covid-19, yang kurang responsif terhadap antibodi dan dapat mengganggu vaksin di masa depan. Mutasi virus itu sebelumnya dipaparkan para ilmuwan. Sejauh ini, 12 orang di Denmark telah terinfeksi apa yang oleh beberapa media disebut sebagai "mink coronavirus".
Hingga saat ini, hingga 2,5 juta cerpelai telah dibunuh oleh produsen bulu cerpelai terbesar di dunia.
Baru-baru ini dilaporkan bahwa pihak berwenang Denmark mengungkapkan rasa hormat tentang langkah mereka untuk memusnahkan semua cerpelai di peternakan bulu. Mogen Jensen, Menteri Kesetaraan Gender, Pangan dan Perikanan, mengatakan keputusan pembantaian satwa tersebut tidak memiliki dasar hukum.
Sebelumnya, WHO mengonfirmasi kerentanan cerpelai terhadap virus corona baru yang membuatnya berbahaya bagi manusia. Pada 5 November, Denmark memutuskan untuk memusnahkan semua cerpelai di peternakan bulu untuk mencegah penyebaran virus corona yang bermutasi.
Sejauh ini, Denmark mencatat total 60.000 kasus Covid-19, 756 kematian, dan 45.705 orang telah pulih dari virus tersebut.
Hingga saat ini, hingga 2,5 juta cerpelai telah dibunuh oleh produsen bulu cerpelai terbesar di dunia.
Baru-baru ini dilaporkan bahwa pihak berwenang Denmark mengungkapkan rasa hormat tentang langkah mereka untuk memusnahkan semua cerpelai di peternakan bulu. Mogen Jensen, Menteri Kesetaraan Gender, Pangan dan Perikanan, mengatakan keputusan pembantaian satwa tersebut tidak memiliki dasar hukum.
Sebelumnya, WHO mengonfirmasi kerentanan cerpelai terhadap virus corona baru yang membuatnya berbahaya bagi manusia. Pada 5 November, Denmark memutuskan untuk memusnahkan semua cerpelai di peternakan bulu untuk mencegah penyebaran virus corona yang bermutasi.
Sejauh ini, Denmark mencatat total 60.000 kasus Covid-19, 756 kematian, dan 45.705 orang telah pulih dari virus tersebut.
(min)
Lihat Juga :