Lavrov: Biden Mungkin akan Mengekor Obama Soal Kebijakan Terhadap Rusia
Kamis, 12 November 2020 - 22:23 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan, Joe Biden mungkin akan mengekor kepada Barack Obama soal kebijakan terhadap Rusia. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia , Sergei Lavrov mengatakan, Joe Biden mungkin akan mengekor kepada Barack Obama soal kebijakan Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia. Dia menyebut, kecil kemungkinan akan ada perubahan drastis dalam kebijakan AS terhadap Rusia.
"Mengenai kebijakan soal Rusia, sejujurnya, para ilmuwan politik kami (dan saya setuju dengan mereka secara umum) tidak mengharapkan perubahan revolusioner (dalam kebijakan luar negeri AS)," kata Lavrov.
"Bukan ide yang baik untuk membuat ramalan apa pun pada tahap ini," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Kamis (12/11/2020). ( Baca juga: Joe Biden Tunjuk Ajudan Lama Ron Klain Jadi Kepala Staf Gedung Putih )
Dia menekankan bahwa AS "sangat terpecah" dan hasil pemilihan presiden menunjukkan hal ini. Untuk mencegah perpecahan, jelasnya, politisi yang bertanggung jawab harus mempromosikan beberapa ide, yang akan menyatukan rakyat Amerika.
"Banyak pengamat percaya bahwa salah satu dari dasar bersama ini mungkin adalah hubungan dengan Rusia," ujar Lavrov. ( Baca juga: Joe Biden Yakinkan Pemimpin Jepang, Korea Selatan, dan Australia )
Lavrov ingat bahwa selama beberapa tahun terakhir Russophobia besar-besaran menjadi bagian dari budaya politik di masyarakat AS. "Akan sangat disesalkan jika mereka mencoba untuk menyatukan kembali Amerika sebagai bangsa atas dasar Russophobe seperti itu. Kita lihat saja nanti," ungkapnya.
Rusia sendiri sejauh ini belum memberikan selamat kepada Biden, yang menurut hitung cepat, berhasil memenangkan pemilu AS. Moskow mengatakan, mereka menunggu pengumuman resmi dan masalah hukum yang meliputi pemilu AS selesai.
"Mengenai kebijakan soal Rusia, sejujurnya, para ilmuwan politik kami (dan saya setuju dengan mereka secara umum) tidak mengharapkan perubahan revolusioner (dalam kebijakan luar negeri AS)," kata Lavrov.
"Bukan ide yang baik untuk membuat ramalan apa pun pada tahap ini," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Kamis (12/11/2020). ( Baca juga: Joe Biden Tunjuk Ajudan Lama Ron Klain Jadi Kepala Staf Gedung Putih )
Dia menekankan bahwa AS "sangat terpecah" dan hasil pemilihan presiden menunjukkan hal ini. Untuk mencegah perpecahan, jelasnya, politisi yang bertanggung jawab harus mempromosikan beberapa ide, yang akan menyatukan rakyat Amerika.
"Banyak pengamat percaya bahwa salah satu dari dasar bersama ini mungkin adalah hubungan dengan Rusia," ujar Lavrov. ( Baca juga: Joe Biden Yakinkan Pemimpin Jepang, Korea Selatan, dan Australia )
Lavrov ingat bahwa selama beberapa tahun terakhir Russophobia besar-besaran menjadi bagian dari budaya politik di masyarakat AS. "Akan sangat disesalkan jika mereka mencoba untuk menyatukan kembali Amerika sebagai bangsa atas dasar Russophobe seperti itu. Kita lihat saja nanti," ungkapnya.
Rusia sendiri sejauh ini belum memberikan selamat kepada Biden, yang menurut hitung cepat, berhasil memenangkan pemilu AS. Moskow mengatakan, mereka menunggu pengumuman resmi dan masalah hukum yang meliputi pemilu AS selesai.
(esn)
Lihat Juga :