Rouhani: Biden Harus Perbaiki Kerusakan yang Dibuat Trump
Senin, 09 November 2020 - 02:10 WIB
loading...
Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan bahwa pemerintah AS berikutnya harus menggunakan kesempatan untuk mengkompensasi kesalahan Donald Trump. Foto/REUTERS
A
A
A
TEHERAN - Presiden Iran , Hassan Rouhani mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) berikutnya harus menggunakan kesempatan untuk mengkompensasi kesalahan Donald Trump. Hubungan Iran dan AS di masa pemerintahan Trump bisa dikatakan sangat buruk.
Ketegangan kedua negara meningkat sejak 2018, ketika Trump keluar dari kesepakatan nuklir antara Teheran dan kekuatan dunia dan kemudian menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran. ( Baca juga: Netizen Kaitkan Mark Zuckerberg dengan Kemenangan Joe Biden )
"Kebijakan Trump yang merusak telah ditentang oleh rakyat Amerika. Pemerintahan AS berikutnya harus menggunakan kesempatan untuk menebus kesalahan masa lalu. Iran menyukai interaksi konstruktif dengan dunia," ucap Rouhani, seperti dilansir Reuters pada Senin (9/11/2020).
Hal senada disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. Melalui akun Twitternya, Zarif mengatakan pemerintahan baru AS harus memperbaiki kerusakan yang dibuat pemerintahan saat ini dan meninggalkan kebijakan menindas.
Ketegangan kedua negara meningkat sejak 2018, ketika Trump keluar dari kesepakatan nuklir antara Teheran dan kekuatan dunia dan kemudian menerapkan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran. ( Baca juga: Netizen Kaitkan Mark Zuckerberg dengan Kemenangan Joe Biden )
"Kebijakan Trump yang merusak telah ditentang oleh rakyat Amerika. Pemerintahan AS berikutnya harus menggunakan kesempatan untuk menebus kesalahan masa lalu. Iran menyukai interaksi konstruktif dengan dunia," ucap Rouhani, seperti dilansir Reuters pada Senin (9/11/2020).
Hal senada disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. Melalui akun Twitternya, Zarif mengatakan pemerintahan baru AS harus memperbaiki kerusakan yang dibuat pemerintahan saat ini dan meninggalkan kebijakan menindas.
Lihat Juga :