Teheran Berharap Biden Ubah Kebijakan 'Merusak' Terhadap Iran

Minggu, 08 November 2020 - 18:13 WIB
loading...
Teheran Berharap Biden...
Teheran berharap untuk melihat perubahan dalam kebijakan destruktif Washington, dengan terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Teheran berharap untuk melihat perubahan dalam kebijakan "destruktif" Washington, dengan terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) . Hal itu diungkapkan Wakil Presiden Pertama Iran , Eshaq Jahangiri.

Pernyataan Jahangiri datang tidak lama setelah Biden dipastikan memenangkan pemilihan umum (pemilu) dengan 290 suara elektoral, melampaui batas minimal untuk memenangkan pemilu dengan 270 suara. Biden mengalahkan Donald Trump yang hanya mendapatkan 214 suara elektoral.

“Saya berharap kita akan melihat perubahan dalam kebijakan destruktif AS, akhirnya era Trump dan tim petualang, dan pemberontaknya telah berakhir,” kata Jahangiri dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (8/11/2020).

Ketegangan antara Iran dan AS telah meningkat sejak Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan Iran pada 2018 sebagai bagian dari kampanye "tekanan maksimum". ( Baca juga: Wapres Wanita AS Pertama, Harris: Bermimpilah dengan Ambisi )

Biden, yang merupakan wakil presiden Barack Obama ketika kesepakatan nuklir tercapai, telah berjanji untuk membawa kembali AS ke kesepakatan tersebut jika Iran kembali berjanji untuk mematuhinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Kebakaran Bar Bangkok...
Kebakaran Bar Bangkok Tewaskan 27 Orang, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Pertama Kali, Militer...
Pertama Kali, Militer AS Gunakan Drone Laut Serang Iran
Rekomendasi
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
EPI Clean Energy Day...
EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
Tenaris Berikan Beasiswa...
Tenaris Berikan Beasiswa untuk 360 Siswa dan Bantuan Fasilitas Sekolah di Cilegon serta Batam
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved