Biden: Ini Saatnya Menyembuhkan AS

Minggu, 08 November 2020 - 12:45 WIB
loading...
Biden: Ini Saatnya Menyembuhkan...
Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden menyampaikan pidato kemenangannya dari Delaware. Foto/Los Angeles Times
A A A
WASHINGTION - Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden menyatakan ini adalah "waktu untuk menyembuhkan" Amerika yang terpecah belah. Hal itu diucapkan Biden dalam pidato pertamanya setelah menang dalam pemilihan presiden (pilpres), bahkan ketika Presiden Donald Trump menolak untuk menyerah.

Kemenangan Biden di negara bagian Pennsylvania yang menjadi medan pertempuran utama menempatkannya berada di atas ambang 270 suara Electoral College yang dibutuhkan untuk meraih kursi kepresidenan. Hasil ini juga mengakhiri ketegangan selama empat hariterakhirdan mengirim para pendukungnya ke jalan-jalan di kota besar untuk merayakannya.(Baca juga: Breaking: Menang di Pennsylvania, Biden Raup 284 Electoral Vote )

“Bangsa ini telah berbicara. Mereka telah memberi kami kemenangan yang jelas, kemenangan yang meyakinkan,” kata Biden kepada para pendukungnya yang membunyikan klakson dan bersorak di tempat parkir di kota asalnya Wilmington, Delaware seperti dikutip dari Reuters, Minggu (8/11/2020).

Politisi Demokrat itu berjanji bahwa sebagai presiden ia akan berusaha untuk menyatukan negara dan mengerahkan kekuatan untuk memerangi pandemi virus Corona, membangun kembali kemakmuran ekonomi, menjamin perawatan kesehatan bagi keluarga Amerika, dan membasmi rasisme sistemik.

Biden: Ini Saatnya Menyembuhkan AS


Tanpa menyebutkan saingannya dari Partai Republik secara langsung, Biden berbicara kepada 70 juta orang Amerika yang memberikan suara untuk mendukung Trump, beberapa di antaranya turun ke jalan pada hari Sabtu untuk berdemonstrasi menentang hasil pilpres.

“Untuk Anda semua yang memilih Presiden Trump, saya memahami kekecewaan malam ini. Saya sendiri telah kehilangan beberapa kali. Tapi sekarang, mari saling memberi kesempatan. Saatnya singkirkan retorika kasar, turunkan tensi, bertemu lagi, saling mendengarkan lagi," serunya.

"Ini adalah waktu untuk menyembuhkan di Amerika," cetusnya.

Dia juga berterima kasih kepada pemilih kulit hitam, mengatakan bahwa bahkan pada saat-saat terendah kampanyenya, komunitas Afrika-Amerika telah membela dirinya. "Mereka selalu mendukungku, dan aku akan mendukungmu," katanya.

Dalam kesempatan itu Biden diperkenalkan oleh pasangannya, Senator AS Kamala Harris, yang akan menjadi wanita pertama, orang Amerika Hitam pertama dan orang Amerika keturunan Asia pertama yang menjabat sebagai wakil presiden, orang nomor dua di negara itu.

"Sungguh bukti karakter Joe bahwa ia memiliki keberanian untuk mendobrak salah satu penghalang paling substansial yang ada di negara kita, dan memilih seorang wanita sebagai wakil presidennya," kata Harris.

Ucapan selamat mengalir kepada Joe Biden dari luar negeri, termasuk dari Perdana Menteri Inggris yang konservatif Boris Johnson, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan Kanselir Jerman Angela Merkel, membuat Trump sulit untuk mendorong klaimnya yang berulang kali, tanpa bukti, soal kecurangan pemilu.(Baca juga: Sederet Pemimpin Dunia Ucapkan Selamat pada Biden-Kamala )

Trump, yang sedang bermain golf ketika jaringan televisi besar mengabarkan kemenangan pesaingan, segera menuduh Biden "bergegas untuk berpura-pura menjadi pemenang".

"Pemilihan ini masih jauh dari selesai," katanya dalam sebuah pernyataan.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hunter Biden Tantang...
Hunter Biden Tantang Putra-putra Trump untuk Pertandingan Tinju
Siapa Curtis Sliwa?...
Siapa Curtis Sliwa? Politikus Partai Republik yang Dijuluki Guardian Angels dan Jadi Lawan Zohran Mamdani
Viral, Presiden AS Donald...
Viral, Presiden AS Donald Trump Tersandung saat Menaiki Pesawat Air Force One
Trump Sebar Teori Konspirasi...
Trump Sebar Teori Konspirasi 'Biden Telah Dieksekusi, Digantikan Klon Robot'
3 Fakta Joe Biden Terkena...
3 Fakta Joe Biden Terkena Kanker, Seberapa Parah Penyakitnya?
Biden Idap Kanker Justru...
Biden Idap Kanker Justru Tuai Sumpah Serapah Pendukung Palestina: 'Dia Persenjatai Genosida, Dia Monster'
Kanker Prostat Menyebar...
Kanker Prostat Menyebar ke Tulang, Joe Biden Jalani Terapi Radiasi Intensif
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Kejam! Parlemen Israel...
Kejam! Parlemen Israel Sahkan UU Sita Pajak Bea Cukai Palestina
Rekomendasi
Bukan Modal Besar, Refa...
Bukan Modal Besar, Refa Ardhi Sebut Hal Ini yang Membantunya Raih 1 Juta Subscribers
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Berita Terkini
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved