Pemimpin Perempuan di Tiga Negara Ini Sukses Tangani Corona
Kamis, 16 April 2020 - 06:47 WIB
loading...
A
A
A
“Banyak orang di sektor publik kami adalah pekerja penting garis depan; perawat, polisi, profesional perawatan kesehatan, kami tidak menyarankan pemotongan gaji di (sektor) ini, dan juga warga Selandia Baru tidak akan menganggapnya pantas,” paparnya.
“Kami mengakui warga Selandia Baru yang bergantung pada subsidi upah, menerima pemotongan gaji dan kehilangan pekerjaan mereka. Kami merasakannya dalam, perjuangan yang dihadapi banyak warga Selandia Baru,” imbuh dia.
Masih Tinggi
Sementara itu, virus koronaterus merenggut korban di se -luruh dunia. Jumlah korbanme ninggal di Spanyol akibatwa bah virus korona baru,COVID-19, hingga Rabu (15/4)mencapai 18.255 orang. Eropamemiliki 174.060 kasus infeksiKo rona dan 67.504 pasien ber -hasil disembuhkan.
Spanyol sudah member -laku kan lockdown nasional se -jak bulan lalu. Namun, angkake matiannya tercatat sebagaiyang terbanyak ketiga di duniasetelah Amerika Serikat 26.047jiwa dan Italia 21.067 jiwa. Ke -menterian Kesehatan se tem -pat pada hari Selasa me lapor -kan ada 567 kematian ba ru. Se -jak memberlakukan lock downnasional bulan lalu, jum lah ka -sus infeksi masih naik 1,8%.
Otoritas kesehatan Spanyolmengklaim negara tersebut te -lah melewati puncak pandemiCOVID-19, setelah mela por kanjumlah kematian harian ter -tinggi 950 orang pada 2 April.“Trennya bagus, sejalan de nganapa yang telah kita sak sikan da -lam beberapa pekan ter akhir,”kata Koordinator Ke daruratanKementerian Ke se hat an, Fer -nan do Simon, pada konferensipers untuk mem bahas angka-angka corona vi rus terbaru. (Andika H Mustaqim/Muhaimin/Sindonews)
“Kami mengakui warga Selandia Baru yang bergantung pada subsidi upah, menerima pemotongan gaji dan kehilangan pekerjaan mereka. Kami merasakannya dalam, perjuangan yang dihadapi banyak warga Selandia Baru,” imbuh dia.
Masih Tinggi
Sementara itu, virus koronaterus merenggut korban di se -luruh dunia. Jumlah korbanme ninggal di Spanyol akibatwa bah virus korona baru,COVID-19, hingga Rabu (15/4)mencapai 18.255 orang. Eropamemiliki 174.060 kasus infeksiKo rona dan 67.504 pasien ber -hasil disembuhkan.
Spanyol sudah member -laku kan lockdown nasional se -jak bulan lalu. Namun, angkake matiannya tercatat sebagaiyang terbanyak ketiga di duniasetelah Amerika Serikat 26.047jiwa dan Italia 21.067 jiwa. Ke -menterian Kesehatan se tem -pat pada hari Selasa me lapor -kan ada 567 kematian ba ru. Se -jak memberlakukan lock downnasional bulan lalu, jum lah ka -sus infeksi masih naik 1,8%.
Otoritas kesehatan Spanyolmengklaim negara tersebut te -lah melewati puncak pandemiCOVID-19, setelah mela por kanjumlah kematian harian ter -tinggi 950 orang pada 2 April.“Trennya bagus, sejalan de nganapa yang telah kita sak sikan da -lam beberapa pekan ter akhir,”kata Koordinator Ke daruratanKementerian Ke se hat an, Fer -nan do Simon, pada konferensipers untuk mem bahas angka-angka corona vi rus terbaru. (Andika H Mustaqim/Muhaimin/Sindonews)
(yuds)
Lihat Juga :