Kesal Kerap Disensor, Donald Trump: Twitter di Luar Kendali!
Jum'at, 06 November 2020 - 18:03 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump kerap cuitannya kerap disensor oleh Twitter. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak bisa menyembunyikan kekesalannya kepada platfrom media sosial Twitter yang kerap menandakan setiap cuitannya. Ia pun menyebut media sosial berlambangkan burung biru itu telah diluar kendali dan menyerukan pemberlakukan Pasal 230 konstitusi AS.
"Twitter di luar kendali, berikan pemerintah kekuasaan Pasal 230!" katanya seperti dikutip dari NDTV, Jumat (6/11/2020).
Dalam kesempaan itu, Trump juga mengklaim bahwa ia dapat memenangkan pemilu presiden (pilpres) AS dengan pemilihan suara sah.
Dalam tweet lain, dia menuduh bahwa para pengamat Partai Republik tidak diizinkan untuk melakukan pekerjaannya dan karenanya suara yang diberikan selama ini harus diputuskan sebagai pilihan ilegal.
"Saya dengan mudah memenangkan Kepresidenan Amerika Serikat dengan Legal Votes Cast. Pengamat tidak diizinkan, dengan cara, bentuk, atau bentuk apa pun, untuk melakukan pekerjaan mereka dan oleh karena itu, suara yang diterima selama periode ini harus diputuskan sebagai Pemilihan Ilegal. Mahkamah Agung AS harus memutuskan!," kata Trump.
Twitter telah menerapkan label peringatan kepada beberapa kerabat dan rekan Presiden Donald Trump sebagai bentuk untuk memerangi disinformasi pemilu.
"Twitter di luar kendali, berikan pemerintah kekuasaan Pasal 230!" katanya seperti dikutip dari NDTV, Jumat (6/11/2020).
Dalam kesempaan itu, Trump juga mengklaim bahwa ia dapat memenangkan pemilu presiden (pilpres) AS dengan pemilihan suara sah.
Dalam tweet lain, dia menuduh bahwa para pengamat Partai Republik tidak diizinkan untuk melakukan pekerjaannya dan karenanya suara yang diberikan selama ini harus diputuskan sebagai pilihan ilegal.
"Saya dengan mudah memenangkan Kepresidenan Amerika Serikat dengan Legal Votes Cast. Pengamat tidak diizinkan, dengan cara, bentuk, atau bentuk apa pun, untuk melakukan pekerjaan mereka dan oleh karena itu, suara yang diterima selama periode ini harus diputuskan sebagai Pemilihan Ilegal. Mahkamah Agung AS harus memutuskan!," kata Trump.
Twitter telah menerapkan label peringatan kepada beberapa kerabat dan rekan Presiden Donald Trump sebagai bentuk untuk memerangi disinformasi pemilu.
Lihat Juga :