Lawan AS, China Didesak Perbanyak Senjata Nuklirnya Jadi 1.000
Sabtu, 09 Mei 2020 - 00:09 WIB
loading...
A
A
A
Komentar Xijin muncul hanya sehari setelah Presiden AS Donald John Trump menginginkan perjanjian baru tentang kontrol senjata yang tak hanya melibatkan Washington dan Moskow, tapi juga Beijing. Keinginan Trump itu disampaikan dalam perkacapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Trump telah berulang kali meminta China untuk bergabung dalam negosiasi untuk pembaruan perjanjian New START Baru—pakta senjata nuklir antara AS dan Rusia yang akan berakhir pada Februari 2021. Sejauh ini, Beijing telah menyatakan tidak berminat untuk berpartisipasi dalam perjanjian tersebut.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan China sedang meningkat, terutama dipicu oleh tuduhan bahwa Beijing terlibat dalam pecahnya pandemi virus corona baru (COVID-19) yang kini telah menyebar ke seluruh dunia.
China telah menolak klaim ini sebagai tuduhan tidak berdasar, dan telah berulang kali menantang Gedung Putih untuk menunjukkan bukti bahwa Beijing berperan jahat dalam krisis kesehatan dunia ini.
Trump telah berulang kali meminta China untuk bergabung dalam negosiasi untuk pembaruan perjanjian New START Baru—pakta senjata nuklir antara AS dan Rusia yang akan berakhir pada Februari 2021. Sejauh ini, Beijing telah menyatakan tidak berminat untuk berpartisipasi dalam perjanjian tersebut.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan China sedang meningkat, terutama dipicu oleh tuduhan bahwa Beijing terlibat dalam pecahnya pandemi virus corona baru (COVID-19) yang kini telah menyebar ke seluruh dunia.
China telah menolak klaim ini sebagai tuduhan tidak berdasar, dan telah berulang kali menantang Gedung Putih untuk menunjukkan bukti bahwa Beijing berperan jahat dalam krisis kesehatan dunia ini.
(min)
Lihat Juga :