Korban Meninggal di Italia Bertambah 578, Kasus Baru Terus Berkurang

Kamis, 16 April 2020 - 03:03 WIB
loading...
Korban Meninggal di...
Warga memakai masker di pasar Trastevere, Roma, Italia. Foto/REUTERS/Guglielmo Mangiapane
A A A
ROMA - Korban meninggal dunia akibat wabah virus corona di Italia bertambah 578 pada Rabu (15/4), turun dari 602 sehari sebelumnya.

Adapun kasus baru turun menjadi 2.667 dari sebelumnya 2.972, sesuai tren penurunan saat ini.

Jumlah kasus baru berkurang sejak 13 Maret namun korban meninggal harian tetap tinggi antara 525 dan 636 selama 11 hari terakhir. Jumlah korban meninggal hanya turun jadi 431 pada Minggu Paskah yang kemudian kembali bertambah pada hari selanjutnya.

“Total korban meninggal sejak wabah terjadi pada 21 Februari menjadi 21.645,” ungkap pernyataan Badan Proteksi Sipil Italia. Jumlah tersebut tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

Jumlah kasus yang dikonfirmasi resmi bertambah menjadi 165.155, tertinggi ketiga di dunia setelah AS dan Spanyol.

Terdapat 3.079 orang di unit perawatan intensif (ICU) pada Rabu (15/4) dibandingkan 3.186 pada Selasa (14/4), penurunan harian berturut-turut pada hari ke-12.

Dari semua yang terinfeksi, sebanyak 38.092 dinyatakan pulih, dibandingkan 37.130 pada hari sebelumnya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Italia Serukan Sanksi...
Italia Serukan Sanksi Uni Eropa untuk Menteri Israel Ben-Gvir
Giliran Italia Larang...
Giliran Italia Larang Pangkalannya Digunakan Pesawat AS untuk Bombardir Iran
Foto Liburan Bareng...
Foto Liburan Bareng Gading Marten di Italia Jadi Sorotan, Medina Dina Beri Penjelasan
Pentagon Rilis Lebih...
Pentagon Rilis Lebih Banyak Dokumen Terkait UFO, di Antaranya Laporan Militer
Trump Ingin Rebut Selat...
Trump Ingin Rebut Selat Hormuz, Iran Beri Respons Keras: Berbahaya!
Rekomendasi
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Kakbah pada 15—16 Juli, Menag Ajak Pastikan Ketepatan Arah Kiblat
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
Tim Robot Humanoid ITS...
Tim Robot Humanoid ITS Raih Juara di Ajang Internasional RoboCup 2026
Berita Terkini
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
Infografis
6 Jenderal Ditunjuk...
6 Jenderal Ditunjuk Menjadi Pangdam di Kodam Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved