Iran Mengaku Tidak Peduli Siapa yang Menangi Pemilu AS
Rabu, 04 November 2020 - 15:40 WIB
loading...
Rouhani mengatakan bahwa hasil pemilihan AS tidak penting bagi Iran. Foto/REUTERS
A
A
A
TEHERAN - Presiden Iran, Hassan Rouhani turut berkomentar mengenai pemilihan umum Amerika Serikat (AS). Rouhani mengatakan, Iran tidak terlalu peduli dengan pemilu di AS.
Rouhani mengatakan bahwa hasil pemilihan AS tidak penting bagi Iran. Tetapi, dia meminta Presiden AS berikutnya, siapapun itu, untuk menghormati perjanjian dan hukum internasional. ( Baca juga: Jika Biden Menang, RI Bakal Kebanjiran Modal Asing )
"Untuk Teheran, kebijakan pemerintahan AS berikutnya penting dan bukan siapa yang memenangkan pemilihan AS," kata Rouhani dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Rabu (4/11/2020).
Sejauh ini, calon petahana Donald Trump terus menunjukkan perlawanan dalam perolehan suara electoral saat ini. Perolehan suara Trump kesulitan merangkak dan tampak tersendat-sendat dengan sejauh ini hanya meraih 213 suara.
Menghadapi perlawanan Trump, calon Presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden tak mau memberi peluang sedikit pun. ( Baca juga: 6 Tahun Dikuasi Republik, Demokrat Berambisi Kuasai Senat AS )
Biden kini mengumpulkan 238 suara. Diperlukan 270 suara electoral untuk memenangkan pemilu presiden AS. Kini Biden hanya tinggal beberapa langkah lagi merebut Gedung Putih dari Trump.
Untuk suara populer, Biden mendapatkan 64 juta suara dan Trump memperoleh 62 juta suara, menurut data terbaru Fox News dan The Guardian. Perolehan suara terus bertambah karena masih ada beberapa negara bagian yang belum selesai melakukan penghitungan.
![Iran Mengaku Tidak Peduli Siapa yang Menangi Pemilu AS]()
Rouhani mengatakan bahwa hasil pemilihan AS tidak penting bagi Iran. Tetapi, dia meminta Presiden AS berikutnya, siapapun itu, untuk menghormati perjanjian dan hukum internasional. ( Baca juga: Jika Biden Menang, RI Bakal Kebanjiran Modal Asing )
"Untuk Teheran, kebijakan pemerintahan AS berikutnya penting dan bukan siapa yang memenangkan pemilihan AS," kata Rouhani dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Rabu (4/11/2020).
Sejauh ini, calon petahana Donald Trump terus menunjukkan perlawanan dalam perolehan suara electoral saat ini. Perolehan suara Trump kesulitan merangkak dan tampak tersendat-sendat dengan sejauh ini hanya meraih 213 suara.
Menghadapi perlawanan Trump, calon Presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden tak mau memberi peluang sedikit pun. ( Baca juga: 6 Tahun Dikuasi Republik, Demokrat Berambisi Kuasai Senat AS )
Biden kini mengumpulkan 238 suara. Diperlukan 270 suara electoral untuk memenangkan pemilu presiden AS. Kini Biden hanya tinggal beberapa langkah lagi merebut Gedung Putih dari Trump.
Untuk suara populer, Biden mendapatkan 64 juta suara dan Trump memperoleh 62 juta suara, menurut data terbaru Fox News dan The Guardian. Perolehan suara terus bertambah karena masih ada beberapa negara bagian yang belum selesai melakukan penghitungan.

(esn)
Lihat Juga :