Russia: 2.000 Militan Timur Tengah Bertempur di Nagorno Karabakh
Rabu, 04 November 2020 - 02:03 WIB
loading...
A
A
A
Pertempuran sengit yang melibatkan artileri berat, roket, dan drone telah berkecamuk meskipun dunia internasional berulang kali berusaha untuk mengakhiri permusuhan. Gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat (AS) langsung ambruk setelah diberlakukan minggu lalu, seperti dua gencatan senjata sebelumnya yang dinegosiasikan oleh Rusia. Tidak hanya itu, janji terbaru oleh Armenia dan Azerbaijan untuk tidak menargetkan daerah pemukiman dilanggar beberapa jam setelah dibuat pada hari Jumat. Pihak yang bertikai telah berulang kali menyalahkan satu sama lain atas pelanggaran.(Baca juga: Lagi, Armenia dan Azerbaijan Sepakati Gencatan Senjata )
Tembakan artileri menghantam Ibu Kota kawasan itu, Stepanakert, pada Selasa malam dan kementerian darurat Nagorno-Karabakh juga mengatakan tiga roket menghantam kota utama Shushi yang strategis.
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah menegaskan bahwa Azerbaijan memiliki hak untuk merebut kembali wilayahnya secara paksa setelah tiga dekade mediasi internasional yang sia-sia. Dia mengatakan bahwa Armenia harus berjanji untuk mundur dari Nagorno-Karabakh sebagai syarat untuk gencatan senjata yang abadi.
Pasukan Azerbaijan telah merebut kembali kendali atas beberapa wilayah di pinggiran Nagorno-Karabakh dan menekan ofensif mereka ke wilayah separatis dari selatan, mencoba memutuskan hubungan antara wilayah separatis dan Armenia.(Baca juga: Azerbaijan Tuduh Armenia Berencana Pakai Amunisi Fosfor )
Tembakan artileri menghantam Ibu Kota kawasan itu, Stepanakert, pada Selasa malam dan kementerian darurat Nagorno-Karabakh juga mengatakan tiga roket menghantam kota utama Shushi yang strategis.
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah menegaskan bahwa Azerbaijan memiliki hak untuk merebut kembali wilayahnya secara paksa setelah tiga dekade mediasi internasional yang sia-sia. Dia mengatakan bahwa Armenia harus berjanji untuk mundur dari Nagorno-Karabakh sebagai syarat untuk gencatan senjata yang abadi.
Pasukan Azerbaijan telah merebut kembali kendali atas beberapa wilayah di pinggiran Nagorno-Karabakh dan menekan ofensif mereka ke wilayah separatis dari selatan, mencoba memutuskan hubungan antara wilayah separatis dan Armenia.(Baca juga: Azerbaijan Tuduh Armenia Berencana Pakai Amunisi Fosfor )
(ber)
Lihat Juga :