AS Menanti Pemimpin Baru di Pilpres Bersejarah
Rabu, 04 November 2020 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Dalam empat tahun terakhir, Trump sangat fokus membenahi permasalahan dalam negeri. Satu-satunya isu besar internasional yang diperhatikan Trump ialah status Yerusalem dan masa depan Israel. Selain mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Trump juga menormalisasi hubungan negara Arab dengan Israel.
AS di bawah kepemimpinan Trump juga memiliki riwayat hubungan baik dengan Rusia. Pemerintah AS setidaknya tidak mencampuri urusan Rusia dalam empat tahun terakhir. Namun, AS memiliki hubungan buruk dengan Iran, China, dan Korea Utara (Korut). Hubungan dengan negara Eropa Barat juga sempat naik-turun.
Berbeda dengan Trump, Biden menjunjung tinggi sosialisme, kemanusiaan, dan demokrasi. Dia bahkan dengan tegas menuduh Trump telah mengancam keberadaan demokrasi di AS yang sudah terpelihara sejak 250 tahun lalu. Jika menang, Biden kemungkinan besar akan membalikkan semua kebijakan Trump.
Dengan membawa misi membangkitkan “jiwa demokrasi” nasional, Biden berjanji akan mengeluarkan kebijakan berdasarkan kesepakatan bersama, logika, kesusilaan, empati, dan globalisasi. “Kita dapat memilih cara yang keras dan terpecah belah atau bergerak berdasarkan kepentingan bersama,” kata Biden. (Lihat videonya: Cuti Bersama, Ratusan Wisatawan di Bandung Reaktif Covid-19)
Biden juga berjanji akan memprioritaskan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat AS seperti yang diusung pendahulunya, Barack Obama, Lyndon Johnson, dan Franklin Roosevelt. Bersama wakil presidennya, Kamala Harris, dia akan fokus meningkatkan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. (Muh Shamil)
AS di bawah kepemimpinan Trump juga memiliki riwayat hubungan baik dengan Rusia. Pemerintah AS setidaknya tidak mencampuri urusan Rusia dalam empat tahun terakhir. Namun, AS memiliki hubungan buruk dengan Iran, China, dan Korea Utara (Korut). Hubungan dengan negara Eropa Barat juga sempat naik-turun.
Berbeda dengan Trump, Biden menjunjung tinggi sosialisme, kemanusiaan, dan demokrasi. Dia bahkan dengan tegas menuduh Trump telah mengancam keberadaan demokrasi di AS yang sudah terpelihara sejak 250 tahun lalu. Jika menang, Biden kemungkinan besar akan membalikkan semua kebijakan Trump.
Dengan membawa misi membangkitkan “jiwa demokrasi” nasional, Biden berjanji akan mengeluarkan kebijakan berdasarkan kesepakatan bersama, logika, kesusilaan, empati, dan globalisasi. “Kita dapat memilih cara yang keras dan terpecah belah atau bergerak berdasarkan kepentingan bersama,” kata Biden. (Lihat videonya: Cuti Bersama, Ratusan Wisatawan di Bandung Reaktif Covid-19)
Biden juga berjanji akan memprioritaskan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat AS seperti yang diusung pendahulunya, Barack Obama, Lyndon Johnson, dan Franklin Roosevelt. Bersama wakil presidennya, Kamala Harris, dia akan fokus meningkatkan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :