Para pemimpin Muslim Prancis Kecam Boikot Produk Prancis
Selasa, 03 November 2020 - 11:33 WIB
loading...
Rak di salah satu supermarket di Kuwait dibersihkan dari produk-produk Prancis dalam gerakan boikot sebagai respons atas penggunaan kartun Nabi Muhammad dalam diskusi kebebasan berekspresi di sekolah. Foto/REUTERS/Ahmed Hagagy
A
A
A
PARIS - Beberapa pemimpin Muslim Prancis mengecam seruan untuk boikot produk-produk Prancis di negara-negara Muslim . Menurut mereka, tindakan itu tidak bisa dibenarkan dan menuduh mereka yang memimpin gerekan boikot hanya menggunakan Islam untuk keuntungan politik.
"Ada kalanya kami harus menunjukkan solidaritas dengan negara kami yang telah mengalami serangan yang tidak dapat dibenarkan dalam beberapa pekan terakhir," kata kepala tiga masjid besar dan tiga asosiasi Muslim dalam pernyataan bersama. (Baca: Giliran Serangan Teror Guncang Wina, Macron Shock dan Ancam Musuh )
"Hukum Prancis memberi banyak ruang untuk kebebasan berekspresi dan memberi warga hak untuk percaya atau tidak," lanjut pernyataan bersama tersebut, seperti dikutip dari AFP, Selasa (3/11/2020).
Para pemimpin Masjid Agung Paris, Lyon, dan pulau Reunion di Mediterania Prancis, bersama dengan para pemimpin tiga kelompok Muslim, mengutuk terorisme. "Dan semua bentuk kekerasan atas nama agama kami," kata para pemimpin tersebut.
Mereka juga menyatakan kemarahannya atas seruan pembunuhan yang dilancarkan oleh pemimpin asing, yang tampaknya mengacu pada tweet mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang mengklaim Muslim memiliki hak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis. (Baca: Putra Mahkota Abu Dhabi Telepon Macron: Kekerasan Tak Wakili Ajaran Nabi Muhammad )
"Ada kalanya kami harus menunjukkan solidaritas dengan negara kami yang telah mengalami serangan yang tidak dapat dibenarkan dalam beberapa pekan terakhir," kata kepala tiga masjid besar dan tiga asosiasi Muslim dalam pernyataan bersama. (Baca: Giliran Serangan Teror Guncang Wina, Macron Shock dan Ancam Musuh )
"Hukum Prancis memberi banyak ruang untuk kebebasan berekspresi dan memberi warga hak untuk percaya atau tidak," lanjut pernyataan bersama tersebut, seperti dikutip dari AFP, Selasa (3/11/2020).
Para pemimpin Masjid Agung Paris, Lyon, dan pulau Reunion di Mediterania Prancis, bersama dengan para pemimpin tiga kelompok Muslim, mengutuk terorisme. "Dan semua bentuk kekerasan atas nama agama kami," kata para pemimpin tersebut.
Mereka juga menyatakan kemarahannya atas seruan pembunuhan yang dilancarkan oleh pemimpin asing, yang tampaknya mengacu pada tweet mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang mengklaim Muslim memiliki hak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis. (Baca: Putra Mahkota Abu Dhabi Telepon Macron: Kekerasan Tak Wakili Ajaran Nabi Muhammad )
Lihat Juga :