Macron: Kebijakan Imperial Turki Ganggu Stabilitas Kawasan

Minggu, 01 November 2020 - 19:57 WIB
loading...
Macron: Kebijakan Imperial...
Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan apa yang dia sebut sebagai kebijakan imperial Turki, yang telah mengganggu stabilitas di kawasan. Foto/REUTERS
A A A
PARIS - Presiden Prancis , Emmanuel Macron mengatakan apa yang dia sebut sebagai kebijakan imperial Turki, yang telah mengganggu stabilitas di kawasan. Macron menuturkan, ketegangan antara Turki dengan Prancis atau Yunani dapat diredakan jika Ankara menunjukkan rasa hormat kepada sekutunya di NATO tersebut.

Macron menuduh Turki menunjukkan sikap berperang terhadap sekutunya di NATO dan mengecam apa yang dia gambarkan sebagai kebijakan sangat agresif Ankara di Mediterania timur. ( Baca juga: Macron: Saya Mengerti Kemarahan Umat Muslim, Tapi Tidak akan Toleransi Kekerasan )

"Saya perhatikan bahwa Turki memiliki kecenderungan imperial di kawasan dan saya pikir kecenderungan imperial ini bukan hal yang baik untuk stabilitas kawasan, itu saja," ucap Macron, sembari mengutuk operasi militer Ankara di Suriah dan keengganannya. untuk mematuhi embargo senjata terkait Libya.

"Prancis ingin ketegangan ini mereda dan ini hanya mungkin jika Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menghormati Prancis, menghormati Uni Eropa, menghormati nilai-nilainya, tidak berbohong dan tidak mengucapkan kata-kata penghinaan," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (1/11/2020).

Ketegangan antara Turki dan Prancis meningkat tajam pada pekan lalu. Ketegangan ini disebabkan oleh pernyataan Erdogan yang menyebut Macron membutuhkan kesehatan mental, terkait dengan pernyataannya soal Islam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Presiden Emmanuel Macron...
Presiden Emmanuel Macron dan Istri Nonton Konser BTS di Paris, Penggemar Heboh
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Nah, Diam-Diam Bahrain...
Nah, Diam-Diam Bahrain dan Kuwait Ikut Serang Iran
Rekomendasi
Di Seminar JARI, Para...
Di Seminar JARI, Para Pakar Kritisi Konstitusi untuk Kemajuan Bangsa
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Berita Terkini
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved