Hizbullah: Prancis Seret Diri ke Pertempuran dengan Muslim karena Kartun Nabi
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 08:33 WIB
loading...
A
A
A
Kemarahan telah pecah di dunia Muslim terkait pembelaan Presiden Prancis Emmanuel Macron awal bulan ini atas hak menerbitkan kartun Nabi Muhammad oleh majalah Charlie Hebdo.
Pemimpin Prancis itu berbicara setelah seorang ekstremis memenggal seorang guru sekolah, Samuel Paty, 47, di pinggiran kota Paris pada 16 Oktober.
Guru telah mempertunjukkan kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan oleh majalah satire Prancis, Charlie Hebdo, selama pelajaran tentang kebebasan berekspresia di kelas. (Baca: Partai Sayap Kanan Denmark Galang Dana Cetak Kartun Nabi Muhammad )
Nasrallah mendesak Prancis untuk bersikap adil. "Tidak ada Muslim di dunia yang akan menerima martabat kami, martabat Nabi kami, dihina," katanya, seperti dikutip AFP, Sabtu (31/10/2020).
Prancis berada dalam siaga tinggi sejak pembantaian Januari 2015 di kantor redaksi Charlie Hebdo setelah mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad, dengan gelombang serangan jihadis yang menewaskan lebih dari 250 orang sejak itu.
Pemimpin Prancis itu berbicara setelah seorang ekstremis memenggal seorang guru sekolah, Samuel Paty, 47, di pinggiran kota Paris pada 16 Oktober.
Guru telah mempertunjukkan kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan oleh majalah satire Prancis, Charlie Hebdo, selama pelajaran tentang kebebasan berekspresia di kelas. (Baca: Partai Sayap Kanan Denmark Galang Dana Cetak Kartun Nabi Muhammad )
Nasrallah mendesak Prancis untuk bersikap adil. "Tidak ada Muslim di dunia yang akan menerima martabat kami, martabat Nabi kami, dihina," katanya, seperti dikutip AFP, Sabtu (31/10/2020).
Prancis berada dalam siaga tinggi sejak pembantaian Januari 2015 di kantor redaksi Charlie Hebdo setelah mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad, dengan gelombang serangan jihadis yang menewaskan lebih dari 250 orang sejak itu.
Lihat Juga :