Pajang Kartun Erdogan Cabul, Turki Gugat Charlie Hebdo
Kamis, 29 Oktober 2020 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
"Kesedihan dan amarah saya bukan karena serangan menjijikkan terhadap saya, tetapi karena media yang sama adalah sumber ketidakpedulian terhadap Nabi tercinta yang sangat kami sayangi," ujarnya kepada para anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa.
Sampul majalah itu menampilkan karikatur Erdogan dengan kaus putih dan pakaian dalam, duduk di kursi memegang sekaleng bir dan mengangkat gaun wanita berhijab untuk memperlihatkan bagian belakang telanjangnya.
"Ooh, nabi!" kata balon bicara dalam karikatur tersebut. Sedangkan judulnya tertulis;" Erdogan; secara pribadi, dia sangat lucu."
Erdogan berbicara kepada para anggota AKP di Ankara, yang menghadiahinya dengan tepuk tangan meriah dan sorak-sorai selama beberapa menit. (Baca juga: Sadisnya Pasukan Khusus Australia di Afghanistan: Tembak Kepala, Gorok Leher Warga )
Karikatur Charlie Hebdo tentang Nabi Muhammad, yang telah membuat marah umat Islam satu dekade lalu, telah kembali menjadi sorotan setelah seorang guru sejarah di Prancis; Samuel Paty, dipenggal pengungsi Chechnya, saat dalam perjalanan pulang dari sekolah tempat dia mengajar pada 16 Oktober. Guru itu dibunuh setelah memperlihatkan karikatur yang menghina Nabi Muhammad kepada murid-murid dalam diskusi kebebasan berekspresi dan berbicara di kelas.
Sampul majalah itu menampilkan karikatur Erdogan dengan kaus putih dan pakaian dalam, duduk di kursi memegang sekaleng bir dan mengangkat gaun wanita berhijab untuk memperlihatkan bagian belakang telanjangnya.
"Ooh, nabi!" kata balon bicara dalam karikatur tersebut. Sedangkan judulnya tertulis;" Erdogan; secara pribadi, dia sangat lucu."
Erdogan berbicara kepada para anggota AKP di Ankara, yang menghadiahinya dengan tepuk tangan meriah dan sorak-sorai selama beberapa menit. (Baca juga: Sadisnya Pasukan Khusus Australia di Afghanistan: Tembak Kepala, Gorok Leher Warga )
Karikatur Charlie Hebdo tentang Nabi Muhammad, yang telah membuat marah umat Islam satu dekade lalu, telah kembali menjadi sorotan setelah seorang guru sejarah di Prancis; Samuel Paty, dipenggal pengungsi Chechnya, saat dalam perjalanan pulang dari sekolah tempat dia mengajar pada 16 Oktober. Guru itu dibunuh setelah memperlihatkan karikatur yang menghina Nabi Muhammad kepada murid-murid dalam diskusi kebebasan berekspresi dan berbicara di kelas.
Lihat Juga :