Dapat Akses Data Satelit AS, India Bisa Targetkan Aset Militer China

Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:26 WIB
loading...
A A A
BECA adalah perjanjian terakhir dari empat perjanjian pertahanan dasar antara kedua negara. AS biasanya menandatangani perjanjian semacam itu dengan sekutu dekatnya yang memungkinkan pertukaran informasi sensitif dan rahasia.

AS dan India sebelumnya telah menandatangani tiga pakta kerja sama lebih lanjut seputar logistik dan komunikasi militer. Pertama adalah Perjanjian Keamanan Umum Informasi Militer tahun 2002; kedua Nota Kesepakatan Pertukaran Logistik tahun 2016; dan ketiga Kesesuaian Komunikasi dan Perjanjian Keamanan tahun 2018.

Di bawah perjanjian BECA, India akan memiliki akses ke berbagai data topografi, laut dan aeronautika yang dipandang penting untuk menargetkan rudal dan drone bersenjata, Reuters melaporkan. Perjanjian ini juga akan memungkinkan AS untuk memberikan bantuan navigasi canggih dan sistem elektronik untuk penerbangan di pesawat yang dipasok AS ke India, kata kantor berita itu, mengutip sumber pertahanan India.

Singh mengatakan posisi perwira penghubung Angkatan Laut AS di pusat berbagi informasi Angkatan Laut India - Pusat Perpaduan India-Wilayah Samudra Hindia - dan penempatan seorang perwira penghubung India di Komando Pusat Angkatan Laut Amerika Serikat Bahrain dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan arsitektur berbagi informasi.

"Singkatnya, kerja sama militer-ke-militer kami berkembang sangat baik," tambah Singh seperti dilansir dari NBC News, Rabu (28/10/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
IRGC Tuduh AS Serang...
IRGC Tuduh AS Serang Infrastruktur Iran, Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Ahvaz
AS Serang Iran Lagi,...
AS Serang Iran Lagi, Bandara Jadi Target
Rekomendasi
Dokter Tifa Sebut Dakwaan...
Dokter Tifa Sebut Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi Salah Objek dan Salah Orang, Minta Hakim Tolak JPU
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026, AM Mortar Bangun Interaksi dengan Pelanggan 
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
Berita Terkini
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved