Jaringan Kesehatan Global di Era Pasca-Pandemi Perlu Menerima Partisipasi Taiwan
Selasa, 27 Oktober 2020 - 16:31 WIB
loading...
A
A
A
Taiwan melalui "COVID-19 Professional Forum", "Global Cooperation and Training Framework (GCTF)", "APEC Health and Economic High-level Conference" dan konferensi online bilateral lainnya untuk berbagi tindakan pencegahan "Model Taiwan" dengan para pejabat kesehatan dan pencegahan wabah, pakar dan akademisi dari berbagai negara. Taiwan juga menyediakan peralatan medis dan pasokan anti pandemi ke negara lain yang sangat membutuhkan.
(Baca: RI-Taiwan Bahas Prospek Kerja Sama Dagang dan Ekonomi Pascapandemi )
Sampai Juni 2020, Taiwan telah menyumbangkan 51 juta masker bedah, 1.16 juta masker N95, 600.000 baju isolasi, 35.000 thermogun, dan peralatan medis lainnya ke lebih dari 80 negara. Melalui ujian bencana pandemi ini, telah dipastikan bahwa Taiwan tidak dapat dikecualikan dari jaringan kesehatan global, dan WHO tidak dapat mengecualikan Taiwan.
“Kami menyerukan kepada WHO dan pihak-pihak terkait untuk memperhatikan kontribusi jangka panjang Taiwan terhadap kesehatan global dan pencegahan pandemi serta hak asasi kesehatan. Dengan tegas mendukung masuknya Taiwan ke dalam WHO, mengizinkan Taiwan untuk berpartisipasi penuh dalam pertemuan, mekanisme dan kegiatan WHO, dan bekerja sama dengan negara-negara di seluruh dunia untuk menerapkan Piagam WHO,” tegas Chen Shih-chung, Menteri Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, seperti tertuang dalam rilis yang diterima Sindonews.
"Kesehatan adalah hak asasi manusia dan tujuan pembangunan jangka panjang Perserikatan Bangsa-Bangsa yaitu "Jangan meninggalkan siapapun",” lanjutnya.
(Baca: RI-Taiwan Bahas Prospek Kerja Sama Dagang dan Ekonomi Pascapandemi )
Sampai Juni 2020, Taiwan telah menyumbangkan 51 juta masker bedah, 1.16 juta masker N95, 600.000 baju isolasi, 35.000 thermogun, dan peralatan medis lainnya ke lebih dari 80 negara. Melalui ujian bencana pandemi ini, telah dipastikan bahwa Taiwan tidak dapat dikecualikan dari jaringan kesehatan global, dan WHO tidak dapat mengecualikan Taiwan.
“Kami menyerukan kepada WHO dan pihak-pihak terkait untuk memperhatikan kontribusi jangka panjang Taiwan terhadap kesehatan global dan pencegahan pandemi serta hak asasi kesehatan. Dengan tegas mendukung masuknya Taiwan ke dalam WHO, mengizinkan Taiwan untuk berpartisipasi penuh dalam pertemuan, mekanisme dan kegiatan WHO, dan bekerja sama dengan negara-negara di seluruh dunia untuk menerapkan Piagam WHO,” tegas Chen Shih-chung, Menteri Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, seperti tertuang dalam rilis yang diterima Sindonews.
"Kesehatan adalah hak asasi manusia dan tujuan pembangunan jangka panjang Perserikatan Bangsa-Bangsa yaitu "Jangan meninggalkan siapapun",” lanjutnya.
(esn)
Lihat Juga :