Arab Saudi Mulai Terima Jamaah Umrah, Wajib Karantina 3 Hari
Selasa, 27 Oktober 2020 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Saudi Gazette melaporkan, sumber Kementerian Haji dan Umrah menyatakan seluruh biro umrah harus mematuhi regulasi terbaru. Di antaranya mewajibkan jamaah umrah memiliki sertifikat hasil uji PCR yang menyatakan mereka bebas virus korona dari negara asal. Hasil itu tidak boleh lebih dari 72 jam hingga waktu keberangkatan ke Saudi.
Jamaah juga harus mendapatkan reservasi pelaksanaan ibadah umrah yang bisa berkunjung ke Dua Masjid Suci dan beribadah di Raudlah dengan mendaftar ke aplikasi Eatmarna. Mereka juga harus mengonfirmasi reservasi penerbangan kembali ke negara asal sesuai dengan program yang dipilih jamaah umrah. (Baca juga: Bantuan Kuota Internet Tersendat, Perhimpunan Guru: Kemendikbud Tak Serius)
Kementerian Haji dan Umrah juga menyatakan jamaah akan dibagi dalam kelompok beranggotakan 50 orang per grup. “Jamaah umrah akan dibagi dalam beberapa gelombang. Setiap gelombang terdiri dari 3.300 jamaah dan satu gelombang tersebut diizinkan dalam satu waktu di Masjidilharam. Setiap gelombang akan diizinkan melaksanakan ibadah umrah selama tiga jam,” kata Mashat.
Segala tanggung jawab biro perjalanan umrah harus mengatur paket umrah mulai dari hotel, transportasi, layanan di lapangan, asuransi, dan makanan. Kementerian Haji dan Umrah juga akan memberikan akreditasi kepada penyedia pelayanan haji seperti hotel dan perusahaan transportasi dengan persyaratan protokol kesehatan. Semua pihak yang bekerja untuk memberikan pelayanan ibadah umrah harus menyediakan platform digital untuk kemudahan biro perjalanan umrah di luar negeri.
Negara mana saja yang diperbolehkan mengirimkan jamaah umrah? Kementerian Haji dan Umrah Saudi terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri serta otoritas lainnya untuk menentukan negara mana yang bisa diizinkan mengirimkan jamaah umrah. Selain itu, berapa banyak jumlah jamaah per periode juga akan ditentukan dalam waktu dekat. (Baca juga: Dongkrak Imunitas dengan Rutin Konsumsi Ramuan Herbal)
Penentuan negara yang diperbolehkan mengirimkan jamaah haji adalah mereka yang telah melakukan langkah preventif dalam pencegahan pandemi korona. “Pada dasarnya, kita menyambut jamaah umrah dari seluruh dunia. Tapi, karena pandemi, terpaksa mengimplementasikan proses seleksi yang ketat. Jumlah jamaah dari negara tertentu tergantung dengan bagaimana wabah virus korona di negara tersebut,” ucap Mashat.
Jamaah umrah yang menjadi prioritas adalah mereka yang tidak mengidap penyakit kronis. Bagi jamaah yang terinfeksi virus corona setelah tiba di Saudi, mereka akan dirawat sebelum meninggalkan negara tersebut. “Tujuan utama jamaah akan aman dan sehat selama melaksanakan ibadah umrah,” kata Mashat.
Jamaah juga harus mendapatkan reservasi pelaksanaan ibadah umrah yang bisa berkunjung ke Dua Masjid Suci dan beribadah di Raudlah dengan mendaftar ke aplikasi Eatmarna. Mereka juga harus mengonfirmasi reservasi penerbangan kembali ke negara asal sesuai dengan program yang dipilih jamaah umrah. (Baca juga: Bantuan Kuota Internet Tersendat, Perhimpunan Guru: Kemendikbud Tak Serius)
Kementerian Haji dan Umrah juga menyatakan jamaah akan dibagi dalam kelompok beranggotakan 50 orang per grup. “Jamaah umrah akan dibagi dalam beberapa gelombang. Setiap gelombang terdiri dari 3.300 jamaah dan satu gelombang tersebut diizinkan dalam satu waktu di Masjidilharam. Setiap gelombang akan diizinkan melaksanakan ibadah umrah selama tiga jam,” kata Mashat.
Segala tanggung jawab biro perjalanan umrah harus mengatur paket umrah mulai dari hotel, transportasi, layanan di lapangan, asuransi, dan makanan. Kementerian Haji dan Umrah juga akan memberikan akreditasi kepada penyedia pelayanan haji seperti hotel dan perusahaan transportasi dengan persyaratan protokol kesehatan. Semua pihak yang bekerja untuk memberikan pelayanan ibadah umrah harus menyediakan platform digital untuk kemudahan biro perjalanan umrah di luar negeri.
Negara mana saja yang diperbolehkan mengirimkan jamaah umrah? Kementerian Haji dan Umrah Saudi terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri serta otoritas lainnya untuk menentukan negara mana yang bisa diizinkan mengirimkan jamaah umrah. Selain itu, berapa banyak jumlah jamaah per periode juga akan ditentukan dalam waktu dekat. (Baca juga: Dongkrak Imunitas dengan Rutin Konsumsi Ramuan Herbal)
Penentuan negara yang diperbolehkan mengirimkan jamaah haji adalah mereka yang telah melakukan langkah preventif dalam pencegahan pandemi korona. “Pada dasarnya, kita menyambut jamaah umrah dari seluruh dunia. Tapi, karena pandemi, terpaksa mengimplementasikan proses seleksi yang ketat. Jumlah jamaah dari negara tertentu tergantung dengan bagaimana wabah virus korona di negara tersebut,” ucap Mashat.
Jamaah umrah yang menjadi prioritas adalah mereka yang tidak mengidap penyakit kronis. Bagi jamaah yang terinfeksi virus corona setelah tiba di Saudi, mereka akan dirawat sebelum meninggalkan negara tersebut. “Tujuan utama jamaah akan aman dan sehat selama melaksanakan ibadah umrah,” kata Mashat.
Lihat Juga :