Putra Mahkota Saudi Akan Dibunuh Rakyatnya Jika Normalisasi dengan Israel
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 00:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : Masuk Daftar Perempuan Berpengaruh di Dunia, Ini 10 Prestasi Dirut Pertamina
Menurut surat kabar tersebut, Saban mengungkapkan pernyataan Pangeran MBS selama wawancara dengan Anggota Kongres Demokrat Ted Deutch yang terjadi di sela-sela acara kampanye online bernama "Israel’s Security and Prosperity in a Biden White House" pada hari Rabu. (Baca: Kepala Mossad: Israel dan Saudi Jaga Hubungan Damai Tak Resmi )
Miliarder—yang dikenal sebagai donor Partai Demokrat yang rajin—juga mengatakan kepada Deutch bahwa "semua kredit" yang terkait dengan penandatanganan kesepakatan damai antara Israel, UEA, dan Bahrain harus diberikan kepada penasihat senior yang juga menantu Presiden Donald Trump; Jared Kushner, dan ajudannya Avi Berkowitz, yang bekerja sangat keras untuk itu.
Pernyataan Saban muncul sekitar seminggu setelah Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mendesak Arab Saudi untuk mengikuti jejak Abu Dhabi dan Manama dan menormalkan hubungannya dengan Israel.
Pompeo juga memuji bantuan Riyadh dalam menyatukan Tel Aviv, Abu Dhabi, dan Manama, namun dia menolak mengungkapkan sifat dukungan tersebut. (Baca: Pangeran Arab Saudi: Riyadh Dukung Palestina, tapi Bukan Para Pemimpinnya )
Bahrain dan UEA menjadi negara Teluk pertama yang melakukan normalisasi hubungan dengan Irsael. Ketiga negara menandatangani Abraham Accords pada 15 September di Washington, setelah pemerintahan Trump menengahi perjanjian bersejarah tersebut.
Menurut surat kabar tersebut, Saban mengungkapkan pernyataan Pangeran MBS selama wawancara dengan Anggota Kongres Demokrat Ted Deutch yang terjadi di sela-sela acara kampanye online bernama "Israel’s Security and Prosperity in a Biden White House" pada hari Rabu. (Baca: Kepala Mossad: Israel dan Saudi Jaga Hubungan Damai Tak Resmi )
Miliarder—yang dikenal sebagai donor Partai Demokrat yang rajin—juga mengatakan kepada Deutch bahwa "semua kredit" yang terkait dengan penandatanganan kesepakatan damai antara Israel, UEA, dan Bahrain harus diberikan kepada penasihat senior yang juga menantu Presiden Donald Trump; Jared Kushner, dan ajudannya Avi Berkowitz, yang bekerja sangat keras untuk itu.
Pernyataan Saban muncul sekitar seminggu setelah Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mendesak Arab Saudi untuk mengikuti jejak Abu Dhabi dan Manama dan menormalkan hubungannya dengan Israel.
Pompeo juga memuji bantuan Riyadh dalam menyatukan Tel Aviv, Abu Dhabi, dan Manama, namun dia menolak mengungkapkan sifat dukungan tersebut. (Baca: Pangeran Arab Saudi: Riyadh Dukung Palestina, tapi Bukan Para Pemimpinnya )
Bahrain dan UEA menjadi negara Teluk pertama yang melakukan normalisasi hubungan dengan Irsael. Ketiga negara menandatangani Abraham Accords pada 15 September di Washington, setelah pemerintahan Trump menengahi perjanjian bersejarah tersebut.
Lihat Juga :