WHO: Lockdown Harus Dicabut Bertahap dalam 2 Minggu

Rabu, 15 April 2020 - 19:22 WIB
loading...
A A A
Organisasi kesehatan global yang bermarkas di Jenewa itu mengeluarkan sarandi saat mereka mendapat kecaman dari Amerika Serikat (AS) atas reaksi awal terhadap pandemi tersebut. Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Selasa, Washington, donor terbesar WHO, akan menghentikan pendanaan.

China telah mulai mencabut beberapa pembatasan yang diberlakukan di provinsi Hubei di mana penyakit ini pertama kali muncul pada akhir tahun lalu. Di Amerika Serikat, yang memiliki jumlah kasus dan kematian terbesar yang dikonfirmasi, Trump telah mendesak beberapa gubernur negara bagian yang memiliki wewenang untuk mulai membuka kembali bisnis AS.

Negara-negara Eropa telah memulai langkah skala kecil untuk mengurangi lockdown.

Beberapa bisnis di Spanyol, termasuk konstruksi dan manufaktur, telah diizinkan untuk melanjutkan, meskipun toko, bar dan ruang publik harus tetap ditutup hingga setidaknya 26 April.

Italia, yang memiliki angka kematian tertinggi kedua di dunia mencapai 21.067, mempertahankan beberapa pembatasan ketat pada pergerakan, sementara Denmark, salah satu negara Eropa pertama yang ditutup, akan membuka kembali pusat penitipan anak dan sekolah untuk anak-anak dari kelas satu hingga lima pada hari Rabu.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
WHO Peringatkan Skenario...
WHO Peringatkan Skenario Nuklir Terburuk di Iran, Rusia Kutuk Serangan Israel
WHO Ungkap Lebih dari...
WHO Ungkap Lebih dari 16.500 Orang di Gaza Butuh Perawatan Medis Mendesak
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
Balas Serangan AS di...
Balas Serangan AS di Pulau Qeshm, Iran Luncurkan Rudal ke Bahrain dan Kuwait
Melunak, Trump Tiba-Tiba...
Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei
Rekomendasi
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
Berita Terkini
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved