Sikap Netral Iran di Karabakh Atas Dianggap Untungkan Armenia
Rabu, 21 Oktober 2020 - 01:01 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, menurut Uygur, Iran mencoba menangani kebijakan dalam dan luar negeri bersama-sama. "Semua ini berarti bahwa Iran mempertahankan posisi selama 30 tahun dan mengevaluasi tetangganya yang Muslim di bawah pendudukan (Azerbaijan) dan menduduki Armenia dalam posisi yang setara," katanya yang menambahkan Iran mengalami kesulitan dalam hal ini. (Lihat Infografis: Gereja-Gereja Dibakar Demonstran, Saat Demo Besar di Chile)
“Tidaklah mengherankan bahwa Teheran tidak mengambil sikap yang jelas tentang masalah Karabakh Atas, karena situasi Teheran saat ini, yang berhati-hati untuk tidak menghadapi Rusia, jauh lebih kompleks," papar dia. (Lihat Video: Tingkatkan Hubungan Bilateral, PM Jepang Kunjungi Indonesia)
Pakar politik itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa Iran mengambil sikap melawan Azerbaijan, baik pada 1990-an dan hari ini, dengan kadang-kadang diam tentang konflik itu dan kadang-kadang memberikan dukungan logistik kepada Yerevan.
Dia menekankan bahwa Teheran, terutama setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991, telah memasuki kerja sama jangka panjang dengan Rusia dengan mengurangi retorika resmi yang keras terhadap Moskow.
"Oleh karena itu, tumpang tindih kepentingan Iran dan Rusia di Kaukasus Selatan menjadikan pendudukan sebagai alat yang paling berguna untuk Teheran dan Moskow," katanya.
“Tidaklah mengherankan bahwa Teheran tidak mengambil sikap yang jelas tentang masalah Karabakh Atas, karena situasi Teheran saat ini, yang berhati-hati untuk tidak menghadapi Rusia, jauh lebih kompleks," papar dia. (Lihat Video: Tingkatkan Hubungan Bilateral, PM Jepang Kunjungi Indonesia)
Pakar politik itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa ada beberapa alasan mengapa Iran mengambil sikap melawan Azerbaijan, baik pada 1990-an dan hari ini, dengan kadang-kadang diam tentang konflik itu dan kadang-kadang memberikan dukungan logistik kepada Yerevan.
Dia menekankan bahwa Teheran, terutama setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991, telah memasuki kerja sama jangka panjang dengan Rusia dengan mengurangi retorika resmi yang keras terhadap Moskow.
"Oleh karena itu, tumpang tindih kepentingan Iran dan Rusia di Kaukasus Selatan menjadikan pendudukan sebagai alat yang paling berguna untuk Teheran dan Moskow," katanya.
(sya)
Lihat Juga :