Hasil Penelitian Sebut Milenial Tidak Percaya pada Demokrasi
Selasa, 20 Oktober 2020 - 22:38 WIB
loading...
A
A
A
Laporan itu menyebut alasan utama ketidakpuasan di balik kekecewaan terhadap demokrasi pada kalangan milenial adalah ketidaksetaraan kekayaan dan pendapatan, mengutip angka yang menunjukkan bahwa kaum Milenial merupakan sekitar seperempat dari populasi AS tetapi hanya memiliki 3% dari kekayaan. Sedangkan generasi Baby Boom memegang 21% kekayaan pada usia yang sama.
Studi tersebut menyarankan bahwa tantangan populis untuk mengarusutamakan politik "kemapanan" sebenarnya dapat membantu meningkatkan keterlibatan demokratis dengan mengejutkan partai dan pemimpin moderat untuk membalikkan kerusakan.(Baca juga: Mengejutkan, Milenial AS Percaya Kaum Yahudi Penyebab Holocaust )
The Cambridge Centre for the Future of Democracy menyelidiki data dari lebih dari 4,8 juta responden yang dikumpulkan di 160 negara antara tahun 1973 dan 2020.(Lihat video: Viral, Warga Salatkan Jenazah Pasien Covid-19 di Tengah Jalan )
Studi tersebut menyarankan bahwa tantangan populis untuk mengarusutamakan politik "kemapanan" sebenarnya dapat membantu meningkatkan keterlibatan demokratis dengan mengejutkan partai dan pemimpin moderat untuk membalikkan kerusakan.(Baca juga: Mengejutkan, Milenial AS Percaya Kaum Yahudi Penyebab Holocaust )
The Cambridge Centre for the Future of Democracy menyelidiki data dari lebih dari 4,8 juta responden yang dikumpulkan di 160 negara antara tahun 1973 dan 2020.(Lihat video: Viral, Warga Salatkan Jenazah Pasien Covid-19 di Tengah Jalan )
(ber)
Lihat Juga :