Datang ke Al-Aqsa Dilindungi Polisi Israel, Palestina Kecam Delegasi UEA

Senin, 19 Oktober 2020 - 21:56 WIB
loading...
Datang ke Al-Aqsa Dilindungi...
Perdana Menteri Palestina, Muhammad Shtayyeh mengkritik kunjungan delegasi UEA ke Masjid Al-Aqsa karena dilakukan di bawah perlindungan polisi Israel. Foto/Ist
A A A
RAMALLAH - Perdana Menteri Palestina , Muhammad Shtayyeh mengkritik kunjungan delegasi Uni Emirat Arab (UEA) ke Masjid Al-Aqsa. Kritikan ini datang, karena delegasi itu mengunjungi Al Aqsa di bawah perlindungan polisi Israel.

"Masjid Al-Aqsa harus dimasuki melalui gerbang pemiliknya, bukan melalui gerbang pendudukan Israel," kata Shtayyeh dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (19/10/2020).

"Sangat menyedihkan melihat beberapa delegasi Arab memasuki kompleks melalui gerbang Israel, sementara jamaah tidak diberi akses ke sana untuk melakukan sholat," sambungnya. ( Baca juga: Aktivis: Israel Galang Dukungan Arab untuk Melegitimasi Kejahatan Mereka di Palestina )

Akhir pekan lalu, delegasi UEA mengunjungi Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan pasukan Israel. Kunjungan itu dilakukan di saat yang sama ketika Bahrain dan Israel menandatangani kesepakatan untuk meresmikan hubungan diplomatik mereka.

Shtayyeh menggambarkan kesepakatan Bahrain-Israel sebagai hadiah gratis bagi pendudukan Israel untuk mendorongnya menyita lebih banyak tanah Palestina dan membangun lebih banyak permukiman. ( Baca juga: INH Akan Bangun Replika Kompleks Al-Aqsa di Bogo r)

Bahrain, UEA, dan Israel setuju untuk menjalin hubungan diplomatik, budaya, dan komersial penuh setelah penandatanganan perjanjian normalisasi yang kontroversial pada 15 September di Gedung Putih. Langkah tersebut diikuti oleh serangkaian pengumuman tentang perjanjian dan kontrak antara perusahaan dari ketiga negara.

Kesepakatan normalisasi telah menuai kecaman luas dari warga Palestina, yang mengatakan kesepakatan tersebut mengabaikan hak-hak mereka dan tidak melayani kepentingan Palestina.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved