Lewat Telepon, Putin dan Putra Mahkota Saudi Bahas Upaya Perangi Covid-19

loading...
Lewat Telepon, Putin dan Putra Mahkota Saudi Bahas Upaya Perangi Covid-19
Putin dan Mohammad Bin Salman Al Saud dilaporkan melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dan membahas kerjasama kedua negara dalam memerangi pandemi Covid-19. Foto/REUTERS
A+ A-
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammad Bin Salman Al Saud dilaporkan melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dan membahas kerjasama kedua negara dalam memerangi pandemi Covid-19. Salah satu yang dibahas adalah prospek menggunakan vaksin buatan Rusia, Sputnik V.

"Kedua belah pihak juga membahas kerja sama dalam memerangi infeksi virus Corona, khususnya prospek penggunaan vaksin Rusia Sputnik V di Arab Saudi," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.

"Pemimpin Rusia dan putra mahkota Saudi juga setuju untuk melanjutkan kontak di berbagai tingkatan," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (18/10/2020). (Baca juga: Lagi, Rusia Loloskan Vaksin Covid-19 Tanpa Uji Coba Tahap 3)

Pada bulan September, perusahaan Saudi Saudi Chemical dan Dana Investasi Langsung Rusia menandatangani nota kesepahaman tentang pasokan vaksin virus korona Sputnik V ke kerajaan.



Terkait vaksin, sebelumnya otoritas kesehatan Rusia kembali menyetujui vaksin Covid-19 yang dibuat oleh bekas laboratorium penelitian senjata biologis untuk penggunaan publik. Ini kedua kalinya Kremlin melewati protokol ilmiah saat mencoba untuk memerangi pandemi.

Putin mengatakan, vaksin yang dikembangkan oleh Pusat Virologi dan Bioteknologi Negara Vektor di Siberia telah terdaftar. “Kami perlu meningkatkan produksi vaksin pertama dan sekarang kami yang kedua,” kata Putin.

Obat Vector didaftarkan sebelum menyelesaikan uji coba Tahap 3, dua bulan setelah Putin mengumumkan persetujuan Sputnik V sebagai vaksin virus Corona pertama di dunia. (Baca juga: Kiprah Perempuan Arab Saudi Pertama Peraih Medali Olimpiade)



Meski begitu, Wakil Perdana Menteri Rusia, Tatyana Golikova mengatakan vaksin tersebut aman dan 60.000 dosis pertama akan segera diproduksi. Ia memberi tahu Putin bahwa dia sudah mencoba vaksin dan tidak mengalami efek samping apa pun.
(esn)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top