Masalah Keamanan, Eli Lilly Hentikan Uji Coba Obat Antibodi Covid-19

Rabu, 14 Oktober 2020 - 16:44 WIB
loading...
Masalah Keamanan, Eli...
Perusahaan farmasi asal AS, Eli Lilly mengumumkan bahwa mereka menghentikan uji coba tahap akhir dari pengobatan antibodi untuk melawan Covid-19, karena masalah keamanan. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS) , Eli Lilly mengumumkan bahwa mereka menghentikan uji coba tahap akhir dari pengobatan antibodi untuk melawan Covid-19 . Eli Lilly mengutip masalah keamanan sebagai alasan penghentian uji coba tersebut.

"Lilly mendukung keputusan (dewan pemantau keamanan data independen untuk secara hati-hati memastikan keamanan pasien yang berpartisipasi dalam penelitian ini," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (14/10/2020).

Uji coba kontrol acak Fase 3 adalah studi terhadap pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit yang dimulai pada Agustus di lebih dari 50 lokasi di AS, Denmark, dan Singapura. Eli Lilly menargetkan bisa melakukan uji coba tersebut kepada 10 ribu relawan.

Pengobatan Covid-19 yang sedang dipelajari dalam uji coba yang dihentikan itu didasarkan pada antibodi efektif yang ditemukan Eli Lilly pada pasien yang pulih, yang kemudian diproduksi secara massal di laboratorium. ( Baca juga: Obat Covid-19 Masih Mahal )

Lilly tidak mengungkapkan detail apa pun tentang masalah keamanan atau berapa banyak orang yang terpengaruh. Tetapi secara umum, efek samping ringan dari terapi IV dapat berupa demam, menggigil, dan kelelahan, sementara infus sedang hingga berat dapat menyebabkan nyeri dada dan sesak napas.

Perawatan antibodi monoklonal sendiri telah menjadi berita utama baru-baru ini setelah Presiden AS, Donald Trump memuji satu terapi, yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Regeneron, mengatakan itu membantunya pulih dari Covid-19. ( Baca juga: Waspadai Efek Samping Remdesivir, Obat Covid-19 yang Bisa Pengaruhi Ginjal )

Baik Eli Lilly dan Regeneron minggu lalu mengajukan permohonan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau FDA untuk otorisasi penggunaan darurat obat buatan mereka. Antibodi monoklonal sendiri adalah kelas obat yang relatif baru yang paling dikenal untuk mengobati beberapa jenis kanker dan penyakit autoimun.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
China Uji Coba Bom Hidrogen...
China Uji Coba Bom Hidrogen Hasilkan Suhu 1.000 Derajat Celsius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved