AS Sesalkan Terpilihnya China dan Rusia sebagai Anggota Dewan HAM PBB
Rabu, 14 Oktober 2020 - 14:57 WIB
loading...
Rusia, China, Kuba, dan 12 negara lainnya, terpilih menjadi anggota baru Dewan HAM PBB setelah mendapatkan suara mayoritas dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB. Foto/Ist
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengaku sangat kecewa dengan terpilihnya China , Kuba, dan Rusia sebagai anggota Dewan HAM PBB. Washington mengatakan, ketiga negara tersebut memiliki catatan HAM yang sangat buruk.
Rusia, China, Kuba, dan 12 negara lainnya, terpilih menjadi anggota baru Dewan HAM PBB setelah mendapatkan suara mayoritas dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB. ( Baca juga: Arab Saudi Gagal Raih Kursi di Dewan HAM PBB, Rusia dan China Lolos )
"AS sangat kecewa dengan terpilihnya China, Rusia dan Kuba untuk duduk di Dewan Hak Asasi Manusia PBB," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya.
"Terpilihnya beberapa pelanggar HAM terburuk di dunia untuk posisi ini membuat misi Dewan HAM menjadi lelucon," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (14/10/2020).
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa terpilihanya ketiga negara tersebut menunjukan keputusan Washington untuk mundur dari Dewan HAM PBB sudah sangat tepat.
Rusia, China, Kuba, dan 12 negara lainnya, terpilih menjadi anggota baru Dewan HAM PBB setelah mendapatkan suara mayoritas dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB. ( Baca juga: Arab Saudi Gagal Raih Kursi di Dewan HAM PBB, Rusia dan China Lolos )
"AS sangat kecewa dengan terpilihnya China, Rusia dan Kuba untuk duduk di Dewan Hak Asasi Manusia PBB," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya.
"Terpilihnya beberapa pelanggar HAM terburuk di dunia untuk posisi ini membuat misi Dewan HAM menjadi lelucon," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (14/10/2020).
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa terpilihanya ketiga negara tersebut menunjukan keputusan Washington untuk mundur dari Dewan HAM PBB sudah sangat tepat.
Lihat Juga :