Sindir Pemimpin Dunia, Imam Shamsi Ali: Saat Semua Berakhir, Apa Yang Dibanggakan?
Senin, 12 Oktober 2020 - 11:24 WIB
loading...
Imam masjid di Islamic Center of New York, Imam Shamsi Ali melalui akun Instagramnya melemparkan sindiran kepada para pemimpin dunia. Foto/Tangkap layar
A
A
A
NEW YORK - Imam masjid di Islamic Center of New York, Imam Shamsi Ali melalui akun Instagramnya melemparkan sindiran kepada para pemimpin dunia. Shamsi menyebut bahwa saat semua di dunia telah berakhir, tidak ada lagi yang bisa dibanggakan.
"Mereka berakhir, kamu dan saya berakhir. Lalu apa yang dibanggakan?" tulis Shamsi, sembari melampirkan foto sejumlah pemimpin dunia yang telah meninggal dunia, seperti dikutip Sindonews pada Senin (12/10/2020). ( Baca juga: Ketika Kekuasaan Mengalami Kepanikan, Al-Qur'an Juga Mengisahkannya )
Shamsi mengunggah foto yang diambil tahun 2010 lalu, di mana para pemimpin Afrika, termasuk di dalamnya mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi, mantan pemimpin Zimbawe Robert Mugabe, mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dan mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Semuanya bernasib hampir sama, digulingkan dari pemerintahan atau dibunuh oleh lawan mereka.
Khadafi, yang menguasai Libya selama 42 tahun mulai tahun 1969 hingga 2011, meninggal pada tanggal 20 Oktober 2011 pada usia 69 tahun di tengah-tengah Perang Saudara Libya. Ia tewas di tangan pasukan oposisi yang disebut tentara Transisi Nasional Libya (NTC).
Mugabe, meninggal dunia pada usia 95 tahun pada tahun 2019 lalu. Mugabe dipaksa turun dari kursi kekuasaan oleh militer pada November 2017 menyusul aksi protes nasional. ( Baca juga: Ungkapan Insya Allah Tiba-tiba Jadi Populer di Amerika )
Saleh, yang merupakan presiden pertama Yaman dibunuh oleh kelompok pemberontak Houthi pada tahun 2017 lalu. Houthi mengatakan, Saleh dibunuh karena berkhianat. Saleh dibunuh setelah membuat keputusan mengejutkan di mana pihaknya berbalik melawan Houthi dan memilih akan bekerja sama dengan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Sementara itu, Mubarak meninggal dunia di usia 91 tahun pada awal tahun ini. Mubarak berkuasa di Mesir selama 30 tahun hingga dia digulingkan setelah unjuk rasa melawan pemerintahannya pada 2011. Dia dipenjara beberapa tahun setelah revolusi itu tapi dibebaskan pada 2017 setelah dinyatakan bebas dari sebagian besar dakwaan.
"Mereka berakhir, kamu dan saya berakhir. Lalu apa yang dibanggakan?" tulis Shamsi, sembari melampirkan foto sejumlah pemimpin dunia yang telah meninggal dunia, seperti dikutip Sindonews pada Senin (12/10/2020). ( Baca juga: Ketika Kekuasaan Mengalami Kepanikan, Al-Qur'an Juga Mengisahkannya )
Shamsi mengunggah foto yang diambil tahun 2010 lalu, di mana para pemimpin Afrika, termasuk di dalamnya mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi, mantan pemimpin Zimbawe Robert Mugabe, mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dan mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Semuanya bernasib hampir sama, digulingkan dari pemerintahan atau dibunuh oleh lawan mereka.
Khadafi, yang menguasai Libya selama 42 tahun mulai tahun 1969 hingga 2011, meninggal pada tanggal 20 Oktober 2011 pada usia 69 tahun di tengah-tengah Perang Saudara Libya. Ia tewas di tangan pasukan oposisi yang disebut tentara Transisi Nasional Libya (NTC).
Mugabe, meninggal dunia pada usia 95 tahun pada tahun 2019 lalu. Mugabe dipaksa turun dari kursi kekuasaan oleh militer pada November 2017 menyusul aksi protes nasional. ( Baca juga: Ungkapan Insya Allah Tiba-tiba Jadi Populer di Amerika )
Saleh, yang merupakan presiden pertama Yaman dibunuh oleh kelompok pemberontak Houthi pada tahun 2017 lalu. Houthi mengatakan, Saleh dibunuh karena berkhianat. Saleh dibunuh setelah membuat keputusan mengejutkan di mana pihaknya berbalik melawan Houthi dan memilih akan bekerja sama dengan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Sementara itu, Mubarak meninggal dunia di usia 91 tahun pada awal tahun ini. Mubarak berkuasa di Mesir selama 30 tahun hingga dia digulingkan setelah unjuk rasa melawan pemerintahannya pada 2011. Dia dipenjara beberapa tahun setelah revolusi itu tapi dibebaskan pada 2017 setelah dinyatakan bebas dari sebagian besar dakwaan.
(esn)
Lihat Juga :