Bahrain Sebut Menghidupkan Kembali Inisiatif Arab Kunci Perdamaian Israel-Palestina
Senin, 12 Oktober 2020 - 13:27 WIB
loading...
Raja Bahrain, Hamad bin Isa al-Khalifa mengatakan Bahrain tetap berkomitmen untuk perjuangan Palestina dan mengatakan, perdamaian di wilayah itu bergantung pada mengaktifkan kembali Inisiatif Arab. Foto/REUTERS
A
A
A
MANAMA - Raja Bahrain , Hamad bin Isa al-Khalifa mengatakan bahwa negaranya tetap berkomitmen untuk perjuangan Palestina . Dia juga menuturkan, perdamaian di wilayah itu bergantung pada "mengaktifkan kembali" Inisiatif Arab.
Raja Hamad menekankan bahwa pandemi virus Corona dan dampak ekonominya di negara Teluk tidak akan menghilangkan komitmennya terhadap masalah regional dan hubungan internasional, khususnya mengenai masalah Palestina.
“Perkembangan darurat ini tidak akan menjauhkan kami dari mengejar komitmen kami terhadap masalah regional dan hubungan internasional kami," ucapnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (1/10/2020).
Dia mengatakan, Bahrain akan terus menjaga keamanan mereka berdasarkan prinsip-prinsip bertetangga yang baik dan siap bekerjasama untuk membebaskan masyarakat dari ekstrimisme, dan terorisme serta menggagalkan ancaman terhadap stabilitas, dan kemakmuran. ( Baca juga: Kunjungi Manama, Direktur Mossad Temui Bos Intelijen Bahrain )
“Kami menegaskan kembali bahwa memperbaiki pondasi perdamaian yang komprehensif dan adil di wilayah ini bergantung pada pengaktifan Inisiatif Arab yang kami dukung dengan segala cara dengan saudara dan sekutu kami, dan ini adalah posisi yang dinyatakan dan jelas bagi kami di Kerajaan. Dari Bahrain menuju perjuangan Palestina untuk mencapai solusi dua negara guna meningkatkan keamanan dan perdamaian dunia," ungkapnya.
Inisiatif Arab yang digagas Arab Saudi menawarkan normalisasi hubungan antara Israel dengan dunia Arab sebagai imbalan untuk negara Palestina berdasarkan perjanjian 1967. Ini termasuk Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina dan hak pengungsi untuk kembali ke tanah mereka. ( Baca juga: Ini Kekuatan Militer Indonesia Tahun 2020, Kalahkan Australia dan Israel )
Bahrain sendiri sejatinya sudah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Bersama dengan Uni Emirat Arab, Bahrain menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel, yang ditengahi Amerika Serikat, pada pertengahan September lalu.
Raja Hamad menekankan bahwa pandemi virus Corona dan dampak ekonominya di negara Teluk tidak akan menghilangkan komitmennya terhadap masalah regional dan hubungan internasional, khususnya mengenai masalah Palestina.
“Perkembangan darurat ini tidak akan menjauhkan kami dari mengejar komitmen kami terhadap masalah regional dan hubungan internasional kami," ucapnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (1/10/2020).
Dia mengatakan, Bahrain akan terus menjaga keamanan mereka berdasarkan prinsip-prinsip bertetangga yang baik dan siap bekerjasama untuk membebaskan masyarakat dari ekstrimisme, dan terorisme serta menggagalkan ancaman terhadap stabilitas, dan kemakmuran. ( Baca juga: Kunjungi Manama, Direktur Mossad Temui Bos Intelijen Bahrain )
“Kami menegaskan kembali bahwa memperbaiki pondasi perdamaian yang komprehensif dan adil di wilayah ini bergantung pada pengaktifan Inisiatif Arab yang kami dukung dengan segala cara dengan saudara dan sekutu kami, dan ini adalah posisi yang dinyatakan dan jelas bagi kami di Kerajaan. Dari Bahrain menuju perjuangan Palestina untuk mencapai solusi dua negara guna meningkatkan keamanan dan perdamaian dunia," ungkapnya.
Inisiatif Arab yang digagas Arab Saudi menawarkan normalisasi hubungan antara Israel dengan dunia Arab sebagai imbalan untuk negara Palestina berdasarkan perjanjian 1967. Ini termasuk Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina dan hak pengungsi untuk kembali ke tanah mereka. ( Baca juga: Ini Kekuatan Militer Indonesia Tahun 2020, Kalahkan Australia dan Israel )
Bahrain sendiri sejatinya sudah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Bersama dengan Uni Emirat Arab, Bahrain menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan dengan Israel, yang ditengahi Amerika Serikat, pada pertengahan September lalu.
(esn)
Lihat Juga :