Taliban Berharap Trump Menang Pilpres AS
Minggu, 11 Oktober 2020 - 07:50 WIB
loading...
A
A
A
"Sejujurnya, Trump jauh lebih jujur kepada kami daripada yang kami kira, bahkan kami tercengang dengan tawarannya untuk bertemu dengan Taliban di Camp David."
Pada 2019, Presiden Trump mengungkapkan bahwa dia telah mengundang Taliban untuk pembicaraan damai di Camp David - beberapa hari sebelum peringatan serangan teroris 9/11. Dia mengatakan dia membatalkan rencananya setelah Taliban membunuh seorang tentara AS.
Seorang anggota senior Taliban mengatakan kepada CBS News: "Trump mungkin konyol bagi seluruh dunia, tetapi dia waras dan orang bijak untuk Taliban."
Namun ternyata dukungan dan harapan dari Taliban di tolak mentah-mentah oleh tim kampanye Trump. Juru bicara kampanye Trump, Tim Murtaugh mengatakan, mereka "menolak" dukungan Taliban.
"Taliban harus tahu bahwa presiden akan selalu melindungi kepentingan Amerika dengan cara apa pun yang diperlukan," tegas Murtaugh.
Antusiasme Taliban terhadap Trump didasarkan pada tujuan yang mereka miliki untuk membawa pasukan AS keluar dari Afghanistan setelah 19 tahun berperang, sebuah janji lama sang presiden.
Sekarang ada kurang dari 5.000 tentara AS di Afghanistan, dan penasihat keamanan nasional AS Robert O'Brien mengatakan jumlah itu akan turun menjadi 2.500 pada awal tahun depan.
Pada 2019, Presiden Trump mengungkapkan bahwa dia telah mengundang Taliban untuk pembicaraan damai di Camp David - beberapa hari sebelum peringatan serangan teroris 9/11. Dia mengatakan dia membatalkan rencananya setelah Taliban membunuh seorang tentara AS.
Seorang anggota senior Taliban mengatakan kepada CBS News: "Trump mungkin konyol bagi seluruh dunia, tetapi dia waras dan orang bijak untuk Taliban."
Namun ternyata dukungan dan harapan dari Taliban di tolak mentah-mentah oleh tim kampanye Trump. Juru bicara kampanye Trump, Tim Murtaugh mengatakan, mereka "menolak" dukungan Taliban.
"Taliban harus tahu bahwa presiden akan selalu melindungi kepentingan Amerika dengan cara apa pun yang diperlukan," tegas Murtaugh.
Antusiasme Taliban terhadap Trump didasarkan pada tujuan yang mereka miliki untuk membawa pasukan AS keluar dari Afghanistan setelah 19 tahun berperang, sebuah janji lama sang presiden.
Sekarang ada kurang dari 5.000 tentara AS di Afghanistan, dan penasihat keamanan nasional AS Robert O'Brien mengatakan jumlah itu akan turun menjadi 2.500 pada awal tahun depan.